Nasional

Tanggapi Pelaporan JPMI Ke KPK, Gubernur Banten: Hanya Mencari Sensasi Saja

INDOPOSCO.ID – Kisruh dugaan pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) tahun anggaran 2020 terus menjadi sorotan. Bahkan, kasus ini berkembang hingga dilaporkannya Gubernur Banten Wahidin Halim oleh Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wahidin diaporkan atas dugaan keterlibatannya dalam pemotongan dana hibah Ponpes. Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Atas tudingan itu, Gubernur Banten menentang keras. Menurutnya, pelaporan itu dinilai hanya untuk mencari sensasi. Sebab, orang nomor satu di Banten itu merasa tidak terlibat dalam kasus dugaan pemotongan dan hibah Ponpes tahun anggaran 2020.

“Bagus, biarin saja. Orang mau cari sensasi. Nggak ada hubungannya, hubungannya saya dengan pemotongan dana hibah, apa coba. Apa alasannya, dasar hukumnya apa? Nggak ada,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin (3/5/2021).

Ia menerangkan, kebijakan dana hibah bermaksud untuk membantu perkembangan Ponpes. Secara hukum, perjanjian dibuat tapi ditandatangani oleh pengguna anggaran yakni Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tahun 2020.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button