Indonesia Siap Wujudkan Kemandirian Bahan Baku Obat

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Universitas Padjadjaran (UNPAD) Prof Keri Lestari menuturkan, perkebunan kina di Jawa Barat seluas seribu Hektar (Ha) dan ekstraknya pun sudah masuk di pasar internasional. Dengan ketersediaan bahan baku ini, menurutnya, bisa terwujud kemandirian bahan baku obat di Indonesia.
“Dengan jumlah herbal yang melimpah. Maka ini isu kemandirian bahan baku obat untuk mengatasi Covid-19 di Indonesia,” ujar Keri Lestari dalam acara daring, Minggu (14/2/2021).
Saat ini, menurut Keri, penggunaan herbal jenis kuinin sulfat untuk penanganan Covid-19 masuk pada tahap izin uji klinis dari BPOM dan izin etik dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selanjutnya proses inisiasi uji klinik dilakukan di RSPAD.
“Belum ada penggunaan herbal yang definitif bisa mengobati Covid-19. Maka tetap harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.
Lebih jauh, dia menyebut, penggunaan kuinin sulfat masih membutuhkan penelitian lebih dalam lagi. Karena beberapa kasus penggunaan kuinin sulfat menyebabkan beberapa efek samping yang perlu diwaspadai.
“Efek samping dari kuinin sulfat perlu kita waspadai. Meskipun herbal ini sudah lama digunakan lebih dari 70 tahun,” ujarnya.
Obat dari ekstrak kulit batang pohon kina ini, dikatakan Keri, sudah cukup dipahami dan diketahui penggunaannya. Seperti beberapa hal yang harus dihindari saat digunakan oleh pasien Covid-19.
“Misalnya kita harus perhatian kepada mereka yang punya kelainan jantung. Jadi dalam uji kliniknya pun kami betul-betul mengawalnya dengan memonitor EKG setiap 2 hari sekali selama penggunaan kuinin sulfat tersebut,” terangnya. (nas)