Menteri PUPR Klaim Ada Kekeliruan Dalam Manajemen Air Bersih

INDOPOSCO.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengapresiasi hasil kajian Indonesia Water Institute terkait kerawanan air bersih. Kajian tersebut, menurut Basoeki, merupakan pertama kali di Indonesia.
“Kami apresiasi hasil kajian itu. Karena itu bisa memberi masukan bagi kami dalam menyusun program prioritas penyediaan air bersih di Indonesia,” ujar Basoeki Hadimoeljono dalam acara daring, Kamis (11/2/2021).
Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merubah peradaban masyarakat. Dari penerapan protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Memakai masker ini seperti dulu kita berkendara memakai helm. Dan kebiasaan itu akan menjadi peradaban baru di masyarakat. Seperti kita tidak nyaman kalau berkendaraan tidak memakai helm,” terangnya.
Kemudian mencuci tangan, ujar Basoeki, akan menjadi kebiasaan yang tidak ditinggalkan. “Bahkan mandi sendiri sekarang 3 kali dalam sehari, pagi, habis berkumpul dan sore hari. Apabila habis berkumpul tidak mandi, maka merasa bersalah. Kebiasaan-kebiasaan ini pasti akan terus dilakukan,” katanya.
Lebih jauh, ia mengatakan, selama pandemi juga telah meningkatkan kebutuhan air bersih di rumah tangga. Ada tiga hal terkait masalah air bersih. Di antaranya air baku dan tarif air bersih.
“Secara umum jumlah air itu tetap. Kalau ada yang kekurangan atau kelebihan berarti managemennya keliru. Demikian pula kalau kualitas air buruk juga pasti ada kekeliruan dalam pengelolaan air,” bebernya. (nas)