Angka Pengangguran Meningkat, Pram-Doel Diminta Buka Mata

INDOPOSCO.ID – Pengamat kebijakan publik Zaki Mubarak mengingatkan kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno agar tidak terjebak dalam pencitraan politik terkait klaim sukses rekrutmen ribuan tenaga kerja baru oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Menurut Zaki, narasi keberhasilan tersebut tidak sejalan dengan realitas sosial-ekonomi yang dihadapi warga Jakarta, khususnya pengangguran terdidik.
Ia menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap pekerjaan fisik seperti Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sebagai indikator turunnya daya serap lapangan kerja formal.
“Kalau peminat PPSU antre panjang, bahkan berebut, itu tanda ekonomi rakyat sedang drop,” kata Zaki kepada INDOPOSCO.ID pada Selasa (15/7/2025).
“Artinya, makin sulit cari kerja, bahkan bagi lulusan perguruan tinggi,” imbuhnya.
Zaki menilai fenomena tersebut bukan semata-mata persoalan teknis ketenagakerjaan, tetapi juga ancaman sosial jangka panjang.
“Ini bisa menjadi bom waktu, jika tidak segera ditangani melalui kebijakan yang menyentuh akar masalah ketimpangan kesempatan kerja,” tegasnya.
Zaki mengingatkan Pemprov Jakarta agar tidak sekadar mengejar jumlah rekrutmen, tetapi juga memperhatikan kualitas pekerjaan, kesinambungan jangka panjang, dan keterkaitan dengan peta kebutuhan ekonomi ke depan.
“Pemprov harus menggeser fokus dari sekadar pencitraan ke arah kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada angkatan kerja muda,” tandasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, lanjut Zaki, menunjukkan bahwa per Februari 2025, terdapat 338 ribu warga Ibu Kota yang berstatus pengangguran.
“Bahkan kita temukan lulusan sarjana yang melamar menjadi PPSU. Ini mencerminkan keterbatasan lapangan kerja yang sesuai dengan kapasitas pendidikan warga,” tukasnya.
Menurut Zaki, di tengah ketidakpastian ekonomi, Pemprov Jakarta harus menunjukkan kepekaan dan keberanian untuk melakukan terobosan kebijakan.
“Bukan sekadar menampilkan angka dan narasi optimistis, namun menghadirkan solusi konkret dan terukurbagi warga yang semakin terdesak secara ekonomi,” pungkasnya. (fer)