Megapolitan

Bukan Sekadar Rel dan Gerbong, MRT Jakarta Kini Jadi Penggerak Wajah Baru Kota Metropolitan

INDOPOSCO.ID – PT MRT Jakarta (Perseroda) tak lagi hanya bicara soal transportasi. Lewat visi yang makin luas, kolaborasi strategis, dan pengembangan kawasan berbasis gaya hidup urban, MRT Jakarta menjelma sebagai aktor utama perubahan wajah ibu kota – dari moda angkut massal menjadi pemicu revolusi perkotaan.

Hal ini terungkap dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta yang digelar Kamis (10/7/2025), jajaran direksi menyampaikan capaian hingga rencana ekspansif MRT Jakarta ke depan.

Perubahan besar dimulai sejak disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2024, yang memperluas mandat MRT Jakarta dari operator MRT Lebak Bulus – Bundaran HI menjadi entitas dengan fungsi lebih strategis: mengelola kawasan Transit Oriented Development (TOD), ruang publik, dan aset milik daerah.

“Perluasan mandat ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah provinsi kepada kami untuk menghadirkan kota yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, Kamis (10/7/2025).

Ia menyebut MRT Jakarta kini menjadi pendorong utama transformasi kota berbasis transportasi publik.

Dalam waktu hanya enam bulan pertama tahun 2025, MRT Jakarta telah mengoleksi lebih dari 10 penghargaan nasional dan internasional, antara lain :

• Platinum Winner – PR Indonesia Awards 2025 (BUMD terbaik)
• Gold Champion – WOW Brand 2025 (Transportasi Kota Jabodetabek)
• Best Women Empowerment Company – WECA 2025
• Digital Sustainability Award 2025 (atas dukungan terhadap keselamatan perempuan)
• PR of the Year 2025 di tingkat internasional untuk MRTJ Fellowship Program

Per Juni 2025, MRT Jakarta telah mencatatkan lebih dari 21 juta penumpang, atau rata-rata 143 ribu penumpang per hari kerja. Jumlah ini tumbuh stabil dan mendekati target tahunan 43 juta penumpang.

Salah satu area dengan peningkatan aktivitas signifikan adalah Blok M Hub, yang sejak awal tahun dikelola langsung oleh MRT Jakarta. Revitalisasi besar-besaran telah mengubah wajah kawasan tersebut menjadi ruang urban kreatif yang terhubung dengan moda transportasi publik dan kegiatan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud mengungkap strategi kolaboratif terbaru MRT dengan klub sepak bola Persija Jakarta.

“Kita ingin memperkenalkan budaya baru: nonton bola naik MRT. Di luar negeri itu sudah lumrah. Sekarang saatnya Jakarta punya budaya yang sama,” jelasnya.

Farchad menyebut kerja sama ini akan mencakup produk co-branding, aktivasi di merchandise store MRT, hingga pemanfaatan ruang publik MRT seperti Blok M Hub untuk event komunitas Persija.

“Kolaborasi ini saling menguntungkan. Kami punya ruang, mereka punya basis fans. Kita bisa sasar anak muda, pekerja kantoran, bahkan komunitas lokal. Ini bentuk simbiosis yang baik,” tambahnya.

Pembangunan MRT Fase 2A dan Jalur Timur-Barat

Proyek Fase 2A MRT Jakarta yang membentang dari Bundaran HI ke Kota terus menunjukkan progres konstruksi yang impresif:
• CP201 (Bundaran HI – Harmoni): 88,41 persen
• CP202 (Harmoni – Mangga Besar): 53,84 persen
• CP203 (Mangga Besar – Kota): 74,79 persen

Terowongan terdalam MRT di Indonesia tengah digarap menggunakan mesin bor raksasa (Tunnel Boring Machine) di area Stasiun Harmoni, sedalam 27 meter di bawah permukaan.

Sementara itu, jalur ambisius East-West Line (Cikarang – Balaraja) memasuki tahapan perencanaan dan pemilihan mitra pelaksana. Jalur ini ditargetkan mulai beroperasi komersial pada tahun 2032.

Transformasi tak hanya terjadi di rel dan beton. MRT Jakarta juga berkomitmen membangun sisi kemanusiaan lewat :
• Program Petugas Lansia: 32 lansia kini aktif membantu pelayanan di berbagai stasiun.
• MRTJ Learning Center: Pusat pelatihan masinis, teknisi, dan petugas operasional dengan simulasi modern.
• Keterlibatan UMKM dan Komunitas: Aktivasi ruang ritel dan event untuk pelaku usaha lokal.

Berdasarkan studi LPEM UI, MRT Jakarta terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan warga Jabodetabek :
• Rp1,9 triliun penghematan waktu tempuh
• Rp2,2 triliun penghematan dari penurunan polusi udara
• 94 persen pengguna merasa tingkat stresnya menurun
• 93 persen lebih tepat waktu ke tempat kerja

Kini MRT Jakarta bukan sekadar alat transportasi, tapi platform pembentuk gaya hidup urban, penghubung komunitas, dan pemicu budaya kota modern. Kolaborasi lintas sektor, revitalisasi ruang publik, dan inovasi layanan menjadikannya pionir dalam membangun Jakarta yang lebih manusiawi, efisien, dan terintegrasi.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button