Wali Kota Bogor Minta IDI Teliti Peningkatan Penyakit Regeneratif

INDOPOSCO.ID – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat melakukan penelitian mengenai pencegahan peningkatan penyakit regeneratif atau tidak menular seperti jantung, darah tinggi dan diabetes untuk disesuaikan dalam kebijakan.
“Kita perlu mendalami, mengapa struk tinggi, diabetes tinggi, hipertensi tinggi, jantung tinggi. Kita perlu kajian-kajian tentang itu,” kata Bima Arya seperti dikutip Antara, Sabtu (8/10/2022).
Bima mengatakan di tengah ketidakpastian dan perubahan iklim yang menyebabkan cuaca tidak menentu, memunculkan tantangan baru dalam menghadapi penyakit-penyakit yang timbul akibat aktivitas dan kebiasaan masyarakat yang berubah.
Penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, stroke dan darah tinggi sudah dialami oleh anak-anak dan bukan hanya orang-orang dewasa.
Bima berharap, kajian yang dilakukan para dokter dapat memberi masukan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogor dapat mencegah peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami sakit berbahaya itu.
“Jadi saya mengundang, teman-teman dokter rumah sakit untuk membangun kolaborasi melakukan riset-riset demi perbaikan kebijakan di Kota Bogor,” kata dia.
Ketua IDI Cabang Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengatakan pertemuan para dokter dalam organisasi IDI sesuai amanat UU 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang mengatur mengenai asas dan tujuan praktik kedokteran, pembentukan Konsil Kedokteran Indonesia, standar pendidikan profesi kedokteran dan kedokteran gigi, pendidikan dan pelatihan kedokteran dan kedokteran gigi, registrasi dokter dan dokter gigi, penyelenggaraan praktik kedokteran, pembentukan Majelis Kedokteran.
Praktik kedokteran dilaksanakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai ilmiah, manfaat, keadilan, kemanusiaan, keseimbangan, serta perlindungan dan keselamatan pasien. Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Memang ini adalah amanat Undang-Undang Kedokteran dimana organisasi profesi yang ada di Indonesia harus meningkatkan kemampuan anggotanya. Jadi tentang ilmu kedokterannya, kecakapan praktiknya, agar mampu memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat lebih kurang begitu,” kata dr Ilham.
Menurut Ilham, sekarang ini perkembangan ilmu kedokteran ini cepat sekali, sehingga penelitian-penelitian terbarukan harus bisa dilakukan. Dokter harus selalu kontinu mengembangkan diri dan beradaptasi terhadap penemuan obat baru, cara-cara baru.
“Contoh, kita ada studi pohon dan tumbuhan dari Balitbangkes diteliti itu semua, kita dapat kesimpulan sekarang warga Bogor ini kurang makan sayur, senangnya makan gorengan. Yang seperti ini yang harus diintervensi agar masyarakat mampu meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” ungkapnya. (wib)