• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Wali Kota Bogor Minta IDI Teliti Peningkatan Penyakit Regeneratif

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 9 Oktober 2022 - 04:24
in Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kedua dari kanan) bersama Ketua IDI dr Ilham Chaidir (kedua dari kanan) saat membuka pertemuan ke-14 IDI Cabang Kota Bogor di IICC, Sabtu (8/10/2022). (ANTARA)

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kedua dari kanan) bersama Ketua IDI dr Ilham Chaidir (kedua dari kanan) saat membuka pertemuan ke-14 IDI Cabang Kota Bogor di IICC, Sabtu (8/10/2022). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat melakukan penelitian mengenai pencegahan peningkatan penyakit regeneratif atau tidak menular seperti jantung, darah tinggi dan diabetes untuk disesuaikan dalam kebijakan.

“Kita perlu mendalami, mengapa struk tinggi, diabetes tinggi, hipertensi tinggi, jantung tinggi. Kita perlu kajian-kajian tentang itu,” kata Bima Arya seperti dikutip Antara, Sabtu (8/10/2022).

BacaJuga:

Kejar Status Kota Global, Jakarta Siapkan Skema Pembiayaan Baru

Cuaca di Jakarta Hari Ini Cenderung Cerah Hingga Berawan

Sita Aset Hanania Group, Polisi Usahakan Korban Tetap Berangkat Umrah

Bima mengatakan di tengah ketidakpastian dan perubahan iklim yang menyebabkan cuaca tidak menentu, memunculkan tantangan baru dalam menghadapi penyakit-penyakit yang timbul akibat aktivitas dan kebiasaan masyarakat yang berubah.

Penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, stroke dan darah tinggi sudah dialami oleh anak-anak dan bukan hanya orang-orang dewasa.

Bima berharap, kajian yang dilakukan para dokter dapat memberi masukan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogor dapat mencegah peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami sakit berbahaya itu.

“Jadi saya mengundang, teman-teman dokter rumah sakit untuk membangun kolaborasi melakukan riset-riset demi perbaikan kebijakan di Kota Bogor,” kata dia.

Ketua IDI Cabang Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengatakan pertemuan para dokter dalam organisasi IDI sesuai amanat UU 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang mengatur mengenai asas dan tujuan praktik kedokteran, pembentukan Konsil Kedokteran Indonesia, standar pendidikan profesi kedokteran dan kedokteran gigi, pendidikan dan pelatihan kedokteran dan kedokteran gigi, registrasi dokter dan dokter gigi, penyelenggaraan praktik kedokteran, pembentukan Majelis Kedokteran.

Praktik kedokteran dilaksanakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai ilmiah, manfaat, keadilan, kemanusiaan, keseimbangan, serta perlindungan dan keselamatan pasien. Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Memang ini adalah amanat Undang-Undang Kedokteran dimana organisasi profesi yang ada di Indonesia harus meningkatkan kemampuan anggotanya. Jadi tentang ilmu kedokterannya, kecakapan praktiknya, agar mampu memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat lebih kurang begitu,” kata dr Ilham.

Menurut Ilham, sekarang ini perkembangan ilmu kedokteran ini cepat sekali, sehingga penelitian-penelitian terbarukan harus bisa dilakukan. Dokter harus selalu kontinu mengembangkan diri dan beradaptasi terhadap penemuan obat baru, cara-cara baru.

“Contoh, kita ada studi pohon dan tumbuhan dari Balitbangkes diteliti itu semua, kita dapat kesimpulan sekarang warga Bogor ini kurang makan sayur, senangnya makan gorengan. Yang seperti ini yang harus diintervensi agar masyarakat mampu meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” ungkapnya. (wib)

Tags: Bima Arya SugiartoIDIPemkot BogorPenyakit Regeneratif

Berita Terkait.

Pramono
Megapolitan

Kejar Status Kota Global, Jakarta Siapkan Skema Pembiayaan Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:25
Cuaca di Jakarta Hari Ini Cenderung Cerah Hingga Berawan
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Hari Ini Cenderung Cerah Hingga Berawan

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:28
Cetak Pemimpin Berintegritas, Menag: Peminat UM-PTKIN Terus Meningkat
Megapolitan

Sita Aset Hanania Group, Polisi Usahakan Korban Tetap Berangkat Umrah

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:31
Khitan-Massal
Megapolitan

Melalui Program ParenTRING, PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal tahun 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:49
Berawan
Megapolitan

Cenderung Teduh, Cuaca di Jakarta Terpantau Berawan Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:49
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Megapolitan

Polisi Bongkar Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Jakpus, 7 Orang Tersangka

Senin, 29 Juni 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
Tuchel
Olahraga

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Editor Laurens Dami
Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06

INDOPOSCO.ID - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta publik tidak mengharapkan performa memukau saat timnya bersua Republik Demokratik Kongo di...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.