Samisade Berlanjut setelah Revisi Perbup Bogor

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan melanjutkan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) setelah melakukan revisi Peraturan Bupati (Perbup) tentang bantuan keuangan desa sebagai dasar hukumnya.
“Ada catatan-catatan sedikit, seperti penyesuaian Perbub, terus desa-desa itu harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu mana desa yang memang layak dan tidak,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya di Cibinong, Bogor, Jumat (17/6).
Menurutnya, rencana revisi Perbup itu berkaitan dengan masalah teknis, seperti aturan ketebalan volume atau spesifikasi material pada proyek Samisade yang akan dilaksanakan.
“Jadi kalau jalan desa itu standar ketebalannya berapa, jadi jangan sampai desa ini 17 cm (ketebalannya) sementara desa lain 20 cm padahal uangnya sama. Nanti ada standarnya secara teknis,” terangnya, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Bagaimana Nasib Program Satu Miliar Satu Desa di Kab Bogor? Ini Kata Plt Bupati
Teuku menyebutkan, tak ada alasan untuk tidak melanjutkan Program Samisade. Terlebih, laporan pertanggungjawaban tahun 2021 dari desa kini hampir mencapai angka 80 persen.
“Laporan Samisade untuk 2021 Inspektorat sedang di lapangan. Laporan Pertanggungjawaban desa sudah lebih 70 persen, sebagiannya sedang dilakukan pengecekan oleh Inspektorat,” papar Teuku.
Menurutnya, Pemkab Bogor akan lebih tegas terhadap desa-desa yang belum juga melaporkan laporan pertanggungjawaban.
“Yang layak itu yang sudah melaporkan pertanggungjawaban. Kalau sepanjang dia (pemerintah desa) tidak memberikan laporan Pertanggungjawaban, kita ga mencairkan dulu untuk tahun sekarang,” tuturnya.
Pemkab Bogor sudah menganggarkan Rp395 untuk program Samisade yang akan didistribusikan ke 765 titik di 415 desa se-Kabupaten Bogor pada tahun 2022.
Sebelumnya, pada tahun 2021, program bantuan keuangan desa itu dianggarkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) senilai Rp372 miliar untuk 415 desa, guna menstimulasi pembangunan infrastruktur.
Selain membangun 473,7 kilometer jalan desa, program tersebut juga berhasil membangun 362 meter jembatan, 8.005 meter tembok penahan tanah (TPT), 4.297 meter saluran drainase, dan 1.700 meter saluran irigasi. (arm)