Megapolitan

Ngantenan Massal IKI di Pecinan Kampoeng Simpak, Bogor

INDOPOSCO.ID – Menuju Pecinan Kampoeng Simpak, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan melewati daerah perkebunan milik pemerintah yang ditanami pohon akasia dan pohon jati. Masuk dari jalan raya Sidamanik menyusuri jalan yang cukup rusak karena genangan air sekitar tiga sampai empat km, mobil kemudian di parkir di pinggir jalan dekat sekolahan, kemudian jalan kaki atau naik sepeda motor sekitar satu km lewat persawahan yang baru diairi dari embung warisan nenek moyang warga Jagabaya.

Udara yang cukup sejuk hari itu, Jumat Pon, (3/12/ 2021) mengiringi Tim Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) yang dipimpin Sekretaris Umum Albertus Pratomo dan Ketua II Drs KH Saifullah Ma’shum MSi bersama para peneliti senior, Paschasius HOSTI Prasetyadji, Swandy Sihotang, Eddy Setiawan, Riska Elharis (Nyoto), dan Hila Bame punya ‘gawe’, yakni mengadakan “Ngantenan Massal” terhadap warga Tionghoa setempat, kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kab Bogor dan Wihara Dharma Mulia Kampoeng Pecinan Simpak, Jagabaya, Parung Panjang.

Mengingat kondisi Pandemi Covid-19, dan Tim IKI harus tetap perlu waspada serta selalu menjaga protokol kesehatan. Karenanya, Dinas Dukcapil Kab Bogor membatasi penyelesaian berkas dalam acara ini sebanyak 132 dokumen adminduk yang terdiri dari akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan akta kelahiran beserta keturunannya.

Albertus Pratomo menegaskan, pencatatan perkawinan adalah penting, karena akan memberikan perlindungan hukum terhadap seorang isteri dan anak-anaknya. Anak-anak mereka akan dicatat sebagai anak dari seorang bapak dan ibu, dan secara keperdataan terjamin kepastian hukum hubungan antara suami-isteri dan anak-anaknya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button