Megapolitan

ALIPP Desak KPK Tetapkan Tersangka Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel

INDOPOSCO.ID – Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) selaku pelapor mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasus yang merugikan negara Rp 10,6 miliar tersebut diduga melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten dan pihak swasta pada tahun anggaran 2017.

“Saya apresiasi langkah itu (pemeriksaan saksi). Tapi publik jadi bertanya-tanya, penggeledahan sudah dilakukan di sejumlah tempat, sejumlah barang bukti, berupa dua unit mobil dan barang elektronik disita. Pemeriksaan para saksi dilakukan, tapi tidak kunjung ada tersangkanya. Karena itu, saya meminta KPK segera mem-publish siapa para tersangkanya,” tegas Direktur Eksekutif ALIPP, Uday Suhada, kepada Indoposco.id, Rabu (15/9/2021).

Hari ini, tim penyidik KPK kembali memeriksa dua saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel pada Dindikbud Banten tahun anggaran 2017 tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada Indoposco.id, Rabu (15/9/2021) mengatakan ada dua saksi yang diperiksa oleh tim penyidik KPK hari ini yakni Sendi Risyadi, Pegawai Negeri (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang menjabat sebagai pejabat pengadaan barang/jasa tahun anggaran 2017.

Saksi kedua, kata Ali, yakni Yadi Suardi yang berstatus sebagai pekerja lepas.

“Tempat pemeriksaan kedua saksi
di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, pemeriksaan dua saksi lain pada
Selasa (14/9/2021) berlangsung lancar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button