Megapolitan

BOR RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Tangerang Menurun

INDOPOSCO.ID – Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga kini PPKM Level 4 diterapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit (RS) di Kabupaten Tangerang, Banten mengalami penurunan.

Tidak hanya itu BOR di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan tempat isolasi yang ada di Kabupaten Tangerang juga menurun. “BOR ICU yang semula 98 persen mengalami penurunan menjadi 89 persen. Begitupun dengan tempat tidur ruangan isolasi di rumah sakit yang awalnya lebih dari 90% kini sudah menurun di angka 65 persen,” ujar juru bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi melalui keterangan tertulis, Jumat (6/8/2021).

Dia mengatakan, Hotel Yasmin yang juga merupakan tempat pasien Covid-19 dirawat, juga sudah mengalami penurunan kapasitas, yang mana awalnya pada saat PPKM Darurat menampung lebih dari 100% kapasitas yang tersedia.

“Jadi selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini, Kabupaten Tangerang sendiri telah mengalami penurunan BOR baik di ICU, dan ruang isolasi RS. Kemudian Hotel Yasmin sendiri juga sudah menurun menjadi 40 persen ketersediaan kapasitasnya dari sebelumnya lebih dari 100 persen,” ujar Hendra.

Dinas Kesehatan (Dinkes) juga terus melakukan testing dan tracing untuk mencari kasus penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Kabupaten Tangerang, demi mencegah penularan kepada masyarakat.

“Bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, jika memerlukan perawatan untuk isoman, kita dapat rujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Tangerang, baik itu RS swasta maupun RS umum milik pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk angka kematian sudah mulai menurun karena memang keterisian rumah sakit sekarang sudah mulai kosong. Akan tetapi, lanjutnya memang angka kematian juga terkadang bisa sewaktu-waktu meningkat, mengingat masih ada masyarakat yang enggan untuk divaksin.

“Dari hasil penelitian kita juga memang, kurang lebih ada 95 persen orang yang meninggal itu karena belum divaksin,” tandasnya.

Hendra juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 6M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilisasi serta mengikuti vaksinasi). (dam)

Back to top button