Megapolitan

Bea Cukai Marunda Tawarkan Fasilitas Kepabeanan dan Monitor Proses Bisnis

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Marunda sambangi komunitas IKM dan perusahaan pengolahan hasil tembakau lainnya dalam rangka kegiatan customs visit customers (CVC). Dalam kegiatan CVC kali ini Bea Cukai Marunda menawarkan fasilitas kepabeanan kepada IKM Batik Marunda, dan menilik proses bisnis secara langsung yang dilakukan oleh PT Pahlawan Lima Tujuh yang memproduksi essence tembakau atau liquid vape.

Proyek batik Marunda berawal pada tahun 2013 yang diinisiasi oleh Iriana Joko Widodo yang pada saat itu menjabat Ibu Gubernur DKI Jakarta. Saat itu para ibu penghuni rusun Marunda diberikan pelatihan membatik. Saat ini proses pemasaran batik Marunda dilakukan secara daring dan luring.

Irma Gamal Sinurat selaku pembina IKM Batik Marunda menyatakan pemasaran juga dilakukan lewat kegiatan pameran kerajinan yang diselenggarakan Dekranasda. Irma mengakui bahwa Batik Marunda memiliki kekurangan sumber daya dalam bidang internet of things untuk mempormosikan produknya, juga saat ini Batik Marunda masih sebatas komunitas dan belum memiliki legal standing.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, selaku ketua tim CVC, Haryo Sendiko menyampaikan apresiasi terhadap kesediaan Batik Marunda untuk menjelaskan tahapan demi tahapan proses produksi dan sejarah berdirinya Batik Marunda. Terkait dengan legal standing, Haryo menyarankan agar Batik Marunda dapat segera mengurusnya. “Dengan adanya legal standing, maka Batik Marunda dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Bea Cukai, yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),” jelas Haryo.

Lebih lanjut mengenai KITE IKM dijelaskan Haryo bahwa, “KITE IKM merupakan fasilitas yang diberikan oleh Bea Cukai kepada para pengguna jasa di bidang IKM, untuk dapat melakukan kegiatan ekspor. Dalam melakukan kegiatan ekspor tersebut, apabila IKM membutuhkan bahan baku dari luar negeri (impor), maka atas kegiatan impor tersebut diberikan fasilitas pembebasan pungutan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor.”

“Kami berharap Batik Marunda dapat melebarkan bisnisnya, memperoleh legal standing dan memiliki peluang di pasar internasional. Kami akan selalu siap sedia memberikan pelayanan kepabeanan kepada Batik Marunda apabila dibutuhkan di kemudian hari,” tutup Haryo.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button