Internasional

Kremlin Sebut Hubungan dengan Moldova Kian Runcing

INDOPOSCO.IDKremlin mengatakan hubungan negaranya dengan Moldova sangat tegang saat ini. Para pemimpin berfokus pada segala sesuatu yang anti Rusia.

“Kami telah memiliki hubungan yang sangat, sangat tegang dengan Moldova. Di saat bersamaan, kepemimpinan Moldova kemungkinan berfokus pada segala hal tentang anti Rusia, yang mengarah kepada histeria anti Rusia,” kata Sekretaris Pers Presiden Rusia Dmitry Peskov, seperti dikutip Antara, Senin (20/2/2023).

Peskov menuturkan kurangnya konstruktivisme seperti itu tak akan membantu Moldova, dan, tentu saja hal itu merusak hubungan bilateral kedua negara. Selain itu Peskov mengatakan otoritas Moldova seharusnya waspada dalam penilaian mereka terhadap Transnistria, negara yang tidak diakui.

Komentar itu muncul beberapa hari setelah pemerintahan baru Moldova yang dipimpin ekonom pro Barat Dorin Recean dilantik.

Dorin Recean menggantikan Natalia Gavrilita yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 10 Februari, 18 bulan setelah menjabat, dalam sebuah periode yang diwarnai dengan gejolak ekonomi dan ketegangan akibat serangan ke Ukraina.

Sementara itu, Presiden Moldova Maia Sandu mengatakan Rusia ingin melakukan kudeta di negaranya, dan menyerukan langkah keamanan yang lebih ketat.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyanggah pernyataan Sandu dan mengatakan Rusia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Moldova maupun negara lain di dunia seperti negara Barat dan Ukraina.

Secara terpisah, polisi perbatasan telah menemukan kepingan rudal yang jatuh, berasal dari serangan udara Rusia, di wilayah Larga yang berbatasan dengan Ukraina. Ini adalah kali keempat kepingan rudal dari serangan udara ke Ukraina jatuh di Moldova. (wib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button