• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China, India, AS dan Australia Tolak Teken Ikrar Stop Batu Bara

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 5 November 2021 - 16:01
in Internasional
KTT COP26

Demo aktivis di depan lokasi KTT COP26, Glasgow, Inggris.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – China, India, Amerika Serikat, Australia dan negara-negara lain pemakai batu bara dengan jumlah besar tak menandatangani ikrar dalam KTT Iklim COP26 PBB di Glasgow untuk berhenti memakai batubara.

Indonesia, Polandia, Vietnam, dan negara-negara lain pada Kamis (4/11) berjanji untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batubara dan menghentikan pembangunan pembangkit.

BacaJuga:

9 WNI Diculik Israel, Menlu Koordinasi dengan Yordania dan Turki

GPCI: WNI yang Diculik Israel Bertambah Jadi 9 Orang

Usai Xi Jinping Temui Trump, Kini Giliran Putin Bertolak ke China

Baca Juga : COP26 Sepakati akan Hentikan Pemakaian Batu Bara

Tetapi, kesepakatan mereka pada KTT iklim COP26 gagal mendapatkan dukungan dari China, India, dan para konsumen batubara teratas lainnya.

Inggris mengatakan salah satu tujuan utamanya untuk KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa itu adalah “mengubur batubara ke dalam sejarah”. Kesepakatan itu diteken 23 negara yang membuat komitmen baru, seperti diktip Antara, Jumat (5/11/2021).

Presiden KTT COP26 Alok Sharma mengatakan kesepakatan itu merupakan langkah mengakhiri batubara “di depan mata”.

Baca Juga : China Kecewa Tak Diberi Kesempatan Pidato di KTT COP26

“Hari ini saya pikir kita dapat mengatakan bahwa akhir dari batubara sudah di depan mata,” kata Sharma dalam pertemuan di Glasgow.

Sharma mengatakan pada konferensi pers bahwa telah menjadi prioritas pribadi baginya sebagai presiden COP26 untuk mengubur batu bara ke dalam sejarah dan “Saya pikir Anda dapat mengatakan dengan yakin bahwa batu bara bukan lagi raja”.

Namun, beberapa negara besar yang bergantung pada batu bara menjadi perhatian karena mereka tidak meneken ikrar untuk mengubur niat menggunakan bahan bakar fosil yang paling berpolusi ke dalam sejarah.

China bertanggung jawab atas sekitar 54,3 persen konsumsi batubara global pada 2020, sementara India menggunakan 11,6 persen, menurut tinjauan statistik energi dunia British Petroleum (BP) 2021. Amerika Serikat, yang juga tidak bergabung dengan janji tersebut, mengonsumsi 6,1 persen, tinjauan BP tersebut menunjukkan.

Emisi gas rumah kaca dari pembakaran batubara adalah satu-satunya penyumbang terbesar terhadap pergantian iklim. Menghentikan penggunaan batubara di dunia dianggap penting untuk mencapai target iklim global.

Penandatangan perjanjian COP26 setuju untuk menghentikan pembangkit listrik berbahan bakar batubara secara bertahap pada tahun 2030-an di negara-negara kaya, dan tahun 2040-an untuk negara-negara miskin.

Mayoritas penandatangan juga berkomitmen untuk menghindari investasi di pembangkit batubara baru di dalam dan luar negeri.

Susunan dan janji negara terus berubah sampai kesepakatan diumumkan. Absennya China, India, dan Australia menghambat upaya untuk mendapatkan dukungan global. (mg2)

Tags: Amerika SerikatAustraliaChinaCOP26IndiaKTT COP26

Berita Terkait.

wni
Internasional

9 WNI Diculik Israel, Menlu Koordinasi dengan Yordania dan Turki

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:12
GPCI: WNI yang Diculik Israel Bertambah Jadi 9 Orang
Internasional

GPCI: WNI yang Diculik Israel Bertambah Jadi 9 Orang

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:57
Putin
Internasional

Usai Xi Jinping Temui Trump, Kini Giliran Putin Bertolak ke China

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:13
Saan
Internasional

Pimpinan DPR Desak Kemlu Jamin Keselamatan 5 WNI yang Diculik Tentara Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01
DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel
Internasional

DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:10
Rupiah Terus Melemah, Harga Mi Instan hingga Tahu-Tempe Terancam Naik
Internasional

WNI Diculik Israel, Kemlu Siapkan Dokumen Darurat dan Bantuan Medis

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:15

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2823 shares
    Share 1129 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1195 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.