Headline

KSP Sebut Pemerintah Tetap Pantau Perkembangan Krisis Energi

INDOPOSCO.ID – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden( KSP) Abraham Wirotomo mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan krisis energi dunia yang masih berlangsung hingga kini.

Penyesuaian harga BBM yang diambil pemerintah saat ini, kata Abraham, akibat harga minyak dunia yang biasanya 60 dolar AS per barel menjadi hampir 100 dolar AS per barel.

“Harga minyak sempat turun ke angka sekitar 80 dolar AS per barel, sekarang sedang merangkak naik lagi ke angka 90 dolar AS per barel. Apabila kita tidak melakukan penyesuaian maka prediksinya subsidi BBM itu bisa membengkak lagi,” kata Abraham di Patung Kuda, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga : Polri-TNI Siaga Penuh Amankan Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM

Seiring dengan itu, lanjut Abraham, pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberikan batasan kuota pembelian BBM bersubsidi untuk memastikan hanya masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak membeli BBM bersubsidi.

“Kelompok orang kaya yang punya mobil mewah, tentu saja pemerintah mengharapkan mereka membeli BBM yang non subsidi, ini menjadi pertimbangan dan sedang dibahas mekanismenya seperti apa. Aplikasi MyPertamina juga sudah mulai diuji coba, tentu nanti kami akan evaluasi,” ucapnya.

Seiring dengan gelombang demonstrasi yang terus menerus terjadi terhadap penyesuaian harga BBM, Abraham mengatakan pemerintah selalu menerima masukan dan juga menyadari rasa berat yang diterima masyarakat atas kebijakan tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button