Headline

Pengamat: Putri Candrawathi Tidak Ditahan Sakiti Rasa Keadilan Masyarakat

INDOPOSCO.ID – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mempertanyakan sikap Polri yang tidak menahan Putri Candrawathi sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bambang mengatakan keputusan tidak menahan istri mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo itu jauh dari rasa keadilan.

“Jelas menyakiti rasa keadilan masyarakat,” kata Bambang kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Baca Juga : Komnas HAM: Pembunuhan Brigadir J Merupakan Extra Judicial Killing

Menurut Bambang, penyidik memiliki kewenangan untuk memutuskan tersangka ditahan atau tidak, dengan pertimbangan tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.

Namun, lanjutnya, menjadi pertanyaan apakah rasa keadilan publik sudah terpenuhi dengan tidak ditahannya Putri Candrawathi. Apalagi, Putri dapat berkomunikasi dengan orang luar selama tidak dilakukan penahanan.

“Pendapat saya, memang PC (Putri) tidak akan menghilangkan barang bukti dan lain- lain sesuai alasan objektif dan subjektif penyidik; tetapi apakah alasan itu memenuhi rasa keadilan?” tambahnya.

Tersangka-FS-dan-Istri
Tersangka Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ferdy Sambo (kiri) bersama Istrinya, tersangka Putri Candrawathi (kanan) keluar dari rumah dinasnya yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Kepolisian melakukan rekonstruksi dugaan pembunuhan Brigadir Yosua di rumah pribadi dan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha/foc

Selain itu, Bambang juga menilai salah satu alasan tersangka Putri tidak ditahan karena suaminya, tersangka Ferdy Sambo, diduga masih memiliki pengaruh kuat di internal Polri.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button