Headline

IDI Minta Pemerintah Naikkan Level PPKM

INDOPOSCO.ID – Tren kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Data terbaru dilaporkan mencapai 7.010 kasus. Akibatnya dibutuhkan kebijakan pengetatan di setiap sektor, salah satunya dunia pendidikan.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menilai, melonjaknya kasus positif harian nasional menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen berisiko.

“Tembus 7.000 kasus per (26/1/2022). Sementara positivity rate lampaui 10 persen. Ini indikator bahwa sekolah tatap muka tidak lagi aman,” kata Zubairi melalui akun Twitter-nya @ProfesorZubairi dilihat, Kamis (27/2/2022).

Baca Juga : Pemprov DKI Akan Turunkan PTM 100 Persen Kalau Level PPKM Naik

Positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Kondisi suatu daerah parah atau tidak di tengah pandemi bisa ditunjukan melalui angka positivity rate.

Menurutnya, situasi saat ini lebih tepat dilakukan kembali pembelajaran secara daring. Karenanya pemerintah diminta melakukan evaluasi kegiatan pembelajaran secara langsung dan meningkatkan status PPKM.

Baca Juga : Daftar Terbaru Wilayah PPKM Level 1 Jawa-Bali, Tak Ada Jakarta

“Ada pilihan pembelajaran jarak jauh. Mohon dipertimbangkan untuk menghentikan sementara PTM 100 persen dan menaikkan PPKM ke level lebih tinggi,” tutur Zubairi.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI, jumlah kasus Covid-19 terbanyak ditemukan di jenjang SMA, dengan total 30 sekolah. Pada tingkat SD terdapat 25 sekolah, 17 sekolah di tingkat SMP, 11 sekolah di tingkat TK, lima sekolah di tingkat SMK dan 2 sekolah di tingkat PKBM.

Dari 90 sekolah itu ditemukan 135 orang terpapar virus corona. Rinciannya, 120 siswa, 9 guru, dan 6 orang lainnya tenaga pendidik. Sesuai ketentuan yang berlaku, sekolah bisa ditutup sementara waktu jika ditemukan penularan virus Corona. (dan)

Back to top button