• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Epidemiolog: Untuk Jadi Endemi, Harus Konsisten Kendalikan Covid-19

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 5 November 2021 - 17:42
in Headline
indoposco

Ilustrasi - Perilaku penerapan prokes dengan memakai masker di masa pandemi. Foto: indoposco.id/Safar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Epidemiolog menyebutkan bahwa Indonesia harus konsisten mengendalikan kasus Covid-19, termasuk melindungi nilai perawatan di fasilitas kesehatan dan kematian tetap rendah jika ingin beralih status dari pandemi menjadi endemi.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa Indonesia harus melaporkan kepada WHO kalau indikator jumlah kasus, positivity rate, perawatan, serta kematian tetap rendah dan terkendali.

BacaJuga:

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

Mass Burial of Live Pleco Fish Draws Criticism, MUI: Violates Islamic Principles

Penguburan Massal Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, MUI: Salahi Prinsip Islam

Baca Juga : Ini Tiga Tahap Indonesia Keluar dari Pandemi Menjadi Endemi

Masdalina mengatakan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia bisa disebut terkendali dinilai dari indikator-indikator tersebut yang dipertahankan dari waktu ke waktu.

Untuk menjadi endemi, sebelumnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) wajib lebih dulu mencabut status pandemi jadi epidemi. Suatu epidemi atau wabah penyakit dikatakan sebagai pandemi apabila setengah dari negara yang ada di dunia terinfeksi wabah penyakit tersebut.

Setelah status pandemi dicabut oleh WHO dan menjadi epidemi, perubahan ke status endemi tinggal terkait waktu dengan periode tiga tahun berturut-turut dengan pengendalian yang terukur.

Baca Juga : IGJ: Jangan Tergesa-gesa Tetapkan Status Jadi Endemi

“Jika suatu penyakit berada di satu wilayah dalam jumlah yang tinggi, selama tiga periode waktu berturut-turut dan sudah ada teknologi untuk mengendalikannya, sebenarnya sudah menjadi endemi,” kata Masdalina, seperti dikutip Antara, Jumat (5/11/2021).

Sebagai contoh, wilayah timur Indonesia merupakan wilayah endemi malaria dikarenakan tingginya kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk anopheles dan tidak pernah selesai. Namun, penyakit malaria di timur Indonesia dapat dikendalikan dengan berbagai metodologi pengendalian yang dilakukan secara terukur oleh pemerintah Indonesia. Wilayah timur Indonesia tidak lagi disebut sebagai endemi malaria apabila sudah tidak ada lagi kasus penyakit menular tersebut.

Oleh karena itu apabila WHO telah mencabut status pandemi, Indonesia bisa menjadi wilayah endemi Covid-19 apabila melewati masa periode di mana kasusnya terkendali dengan stabil selama tiga periode waktu berturut-turut.

“Endemi itu terkait dengan waktu, periode waktunya itu adalah tiga tahun berturut-turut, tetapi tentu statement pandemi itu harus dicabut dulu oleh WHO untuk bisa masuk ke kondisi endemi,” kata Masdalina.

Apabila saat status pandemi dari WHO sudah dicabut namun Indonesia masih belum bisa mengatur kasus Covid-19 secara stabil, artinya masih ada lonjakan kasus yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, penyakit Covid-19 masih menjadi epidemi di wilayah Indonesia.

Kriteria epidemi adalah jika terjadi peningkatan dua kali lipat atau lebih suatu kasus penyakit dibandingkan dengan periode waktu sebelumnya. Periode waktu bisa dalam kurun minggu, bulan, atau tahun. (mg2)

Tags: covid-19endemiEpidemiolog

Berita Terkait.

siswa belajar
Headline

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 16:42
Sapu-sapu
Headline

Mass Burial of Live Pleco Fish Draws Criticism, MUI: Violates Islamic Principles

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Ikan-Sapu-sapu
Headline

Penguburan Massal Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, MUI: Salahi Prinsip Islam

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Prabowo
Headline

Reshuffle di Tangan Prabowo, Pengamat Soroti Meritokrasi Pejabat

Minggu, 19 April 2026 - 10:27
Presiden
Headline

Cabinet Reshuffle in Prabowo’s Hands, Analyst Highlights Meritocracy in Public Office

Minggu, 19 April 2026 - 10:27
Gempa-Nias
Headline

Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Menghantam Pulau Nias, Hiposenter Kedalaman 10 Km

Minggu, 19 April 2026 - 07:32

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    809 shares
    Share 324 Tweet 202
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.