Headline

Pengamat: Idealisme Yusril Atas Dasar Demokrasi Diragukan

INDOPOSCO.ID – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum empat kader Partai Demokrat kubu Moeldoko yang melakukan gugatan. Yusril menilai gugatan yang diajukan empat kader itu ke Mahkamah Agung (MA) penting, agar demokrasi di Indonesia sehat.

“Yusril mengatasnamakan demokrasi tampaknya hanya pembenaran saja. Sebab, dengan menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko, Yusril sama saja membenarkan Kongres Deli Serdang yang dinilai banyak pihak abal-abal,” ujar Pengamat Komunikasi Politik M. Jamiluddin Ritonga melalui gawai, Rabu (29/9/2021).

Menurut dia, Kongres Deli Serdang yang memilih Moeldoko sebagai ketua umum bahkan dinilai sebagai begal politik. Ini artinya, nilai demokratis dalam kasus tersebut tidak terlihat sama sekali.

“Karena itu, sangat tak logis Yusril menjadi kuasa hukum empat kader dari kubu Moeldoko demi demokrasi yang lebih baik di Indonesia. Alasan ini kiranya hanya alibi saja,” ungkapnya.

Ia menuturkan, wajar apabila banyak pihak yang mempertanyakan motif Yusril menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko. Idealisme Yusril untuk menjaga demokrasi juga menjadi diragukan banyak pihak.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button