Gaya Hidup

“Alienoid”: Intensitas Plot, Aksi, dan Komedi Dalam Satu Layar

INDOPOSCO.ID – Bagaimana jika Anda dilahirkan di abad ke-14, tumbuh besar di abad ke-21, dan kemudian 10 tahun berikutnya memutuskan kembali ke abad ke-14 demi menyelamatkan dunia abad ke-21 yang terancam hancur?

Demikianlah gambaran yang dialami oleh Lee Ahn (diperankan oleh Kim Tae-ri) dalam film “Alienoid” garapan Choi Dong-hoon, salah satu sutradara yang dianggap paling “bankable” di Korea Selatan seperti dikutip Antara, Kamis (28/7/2022).

Dikisahkan, Lee Ahn lahir di abad ke-14 dari seorang ibu yang tubuhnya digunakan sebagai “wadah” tahanan alien. Nyawa sang ibu tak tertolong akibat alien yang bersemayam di dalam tubuhnya memberontak keluar.

Baca Juga : “Cek Toko Sebelah 2” Siap Diproduksi

Setelah Penjaga atau Guard (diperankan oleh Kim Woo-bin) mencoba untuk menangkap tahanan alien tersebut, rekan robotnya, Thunder, ingin memboyong serta bayi Lee Ahn ke dunia abad 21 dengan dalih dapat dimanfaatkan untuk mempelajari seluk-beluk soal manusia. Namun upaya itu memicu celah kecil dalam sistem ruang-waktu.

Lee Ahn selanjutnya dibesarkan oleh Penjaga bersama Thunder yang notabene keduanya merupakan robot luar angkasa yang tidak memiliki perasaan manusiawi dan sama sekali tak ikut campur dalam urusan manusia. Gadis itu mempertanyakan dunia asal Penjaga dan Thunder hingga akhirnya terlibat dalam pertarungan melawan para tahanan alien yang membelot dari penjara tubuh manusia.

Pada dasarnya, “Alienoid” masih mengadopsi formula fiksi ilmiah populer seperti gambaran alien atau makhluk luar angkasa lainnya, konsep ruang-waktu, teknologi masa depan lengkap dengan sentuhan pencitraan hasil komputer (CGI), serta sedikit “bumbu” relasi antar-tokoh khas drama Korea yang menghangatkan hati.

Namun, plot dengan alur bolak-balik dapat menggenapi kekurangan formula tersebut. Plot yang bertumpuk-tumpuk seolah memang dibuat untuk menutupi premis film dengan standar resep cerita populer–atau jika tak ingin disebut klise.

Sejak semesta cerita dimulai, “Alienoid” seolah enggan membiarkan penonton menarik nafas sejenak atau bahkan enggan memberi sedikit celah untuk berpaling dari layar.

Hal itu barangkali bisa menjadi catatan penting bagi calon penonton yang belum mengintip sinopsis sama sekali mengingat penyajian plot dikemas dengan sangat padat; bolak-balik dari abad 14 ke abad 21 atau sebaliknya, juga berpindah-pindah dari alur mundur ke alur maju atau sebaliknya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button