• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

BPOM: Bayi Paling Berisiko Paparan BPA di Kemasan Air Minum Polikarbonat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 1 Februari 2022 - 22:08
in Gaya Hidup
air minum

Ilustrasi - Air minum dalam kemasan. Antara/HO-Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berdasarkan kajian paparan Bisphenol A (BPA) dengan hasil menunjukkan kelompok rentan pada bayi usia 6-11 bulan berisiko 2,4 kali dan anak usia 1-3 tahun berisiko 2,12 kali dibandingkan kelompok dewasa usia 30-64 tahun.

Pernyataan tersebut diungkapkan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Rita Endang seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/1/2022).

BacaJuga:

Hwang In Youp dan Hyeri Berpelukan Mesra di Poster Drama Baru “Dream to You”

MV “I Need U” Versi Original BTS Tembus 200 Juta Penayangan di YouTube

Rumor Kencan Daesung BIGBANG dengan Idol Perempuan Mencuat Setelah Keduanya Tertangkap Kamera di Konser

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menemukan sejumlah kecenderungan yang mengkhawatirkan pada migrasi bahan kimia Bisphenol A (BPA) pada kemasan air minum berbahan polikarbonat bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Pandemi Ciptakan Risiko Kesehatan yang Lebih Kompleks

“Pada uji sampel post-market yang dilakukan 2021-2022 dengan sampel yang diperoleh dari seluruh Indonesia menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 33 persen sampel pada sarana distribusi dan peredaran serta 24 persen sampel berada pada rentang batas migrasi BPA 0,05 mg/kg yang ditetapkan Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) dan 0,6 mg/kg berdasarkan ketentuan di Indonesia.

“Potensi bahaya di sarana distribusi dan peredaran 1,4 kali lebih besar dari sarana produksi,” terangnya.

Selain itu, dikatakan Rita, terdapat potensi bahaya di sarana distribusi hingga 1,95 kali berdasarkan pengujian terhadap kandungan BPA pada produk AMDK berbahan polikarbonat dari sarana produksi dan distribusi seluruh Indonesia.

Lebih jauh ia mengatakan, BPOM juga melakukan kajian kerugian ekonomi dari permasalahan kesehatan yang timbul akibat BPA pada air kemasan yang dilakukan bersama pakar perguruan tinggi.

Penelitian dengan metode studi epidemiologi deskriptif dilakukan oleh sejumlah pakar ekonomi kesehatan yang menggunakan estimasi berdasarkan prevalence-based untuk mengkaji beban ekonomi.

“Dipilih satu penyakit dengan dukungan banyak publikasi yang ilmiah. BPA merupakan endocrine disruptor (zat kimia yang dapat mengganggu fungsi hormon normal pada manusia) berdasarkan penelitian berkolerasi pada sistem reproduksi pria atau wanita seperti infertilitas (gangguan kesuburan),” ungkapnya.

Berdasarkan hasil studi Cohort di Korea Selatan (Journal of Korean Medical Science) tahun 2021, lanjut Rita, ada korelasi peningkatan infertilitas pada kelompok tinggi paparan BPA dengan odds ratio atau rasio paparan penyakit mencapai 4,25 kali.

“Diperkirakan beban biaya infertilitas pada konsumen AMDK galon yang terpapar BPA berkisar antara Rp16 triliun sampai dengan Rp30,6 triliun dalam periode satu siklus in-vitro fertilization (IVF),” bebernya.

Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat untuk jangka panjang, kata Rita, beberapa negara telah mengetatkan standar batas migrasi BPA.

“BPOM belajar dari tren yang berlangsung, dinamika regulasi negara lain, dan mempertimbangkan kesiapan industri pangan serta dampak ekonomi,” ujarnya.

Menurut dia, sebelum menuju pada standar yang lebih ketat, pada tahap awal BPOM melakukan revisi pelabelan BPA pada air kemasan. Selain itu, BPOM juga mendapatkan dukungan dan masukan dari elemen masyarakat dan akademisi terkait standar aman air minum dalam kemasan. (nas)

Tags: BayiBisphenol ABPAbpomkemasan air minum polikarbonatpolikarbonat

Berita Terkait.

Rumor Kencan Daesung BIGBANG dengan Idol Perempuan Mencuat Setelah Keduanya Tertangkap Kamera di Konser
Gaya Hidup

Hwang In Youp dan Hyeri Berpelukan Mesra di Poster Drama Baru “Dream to You”

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:41
Rumor Kencan Daesung BIGBANG dengan Idol Perempuan Mencuat Setelah Keduanya Tertangkap Kamera di Konser
Gaya Hidup

MV “I Need U” Versi Original BTS Tembus 200 Juta Penayangan di YouTube

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:37
Rumor Kencan Daesung BIGBANG dengan Idol Perempuan Mencuat Setelah Keduanya Tertangkap Kamera di Konser
Gaya Hidup

Rumor Kencan Daesung BIGBANG dengan Idol Perempuan Mencuat Setelah Keduanya Tertangkap Kamera di Konser

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:32
Polisi Ringkus Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Majalaya
Gaya Hidup

Aktivitas di Luar HYBE Terkait ENHYPEN di Tengah Debut Solo EVAN  Picu Kontroversi

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:30
leee
Gaya Hidup

Agensi Konfirmasi Lee Do Hyun Terima Tawaran Drama Aksi “Destroyer of Destruction”

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08
seo
Gaya Hidup

Seo In Guk dan Park Ji Hyun Makin Dekat, Foto Terbaru “See You At Work Tomorrow” Picu Spekulasi Romansa

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    814 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan
Olahraga

Ronaldo Usung Misi Pembuktian di Laga Portugal vs Uzbekistan

Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Juni 2026 - 23:12

INDOPOSCO.ID - Timnas Portugal akan menghadapi Timnas Uzbekistan dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion...

SelengkapnyaDetails
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:09
amine

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.