Gaya Hidup

Efek Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kasus Myopia, Ini Penjelasannya

INDOPOSCO.ID – Mengacu pada studi penelitian di Cina, efek dari pandemi Covid-19 telah meningkatkan kasus myopia atau mata minus, bahkan pada anak-anak. Selama 2020, anak usia 6-8 tahun ternyata tiga kali lipat lebih rawan terkena myopia dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Dr. dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp M(K), dari Siloam Hospitals Bali mengatakan, mata minus terjadi karena cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh di depan retina mata. Hal ini dipicu oleh panjang bola mata yang bertambah atau kemampuan mata dalam memfokuskan cahaya sehingga objek yang jauh terlihat buram.

“Ada dampaknya pada mata, yaitu terbagi dua, mata Lelah atau mata kering yang disebabkan karena Computer Vision Syndrome (CVS), dan Akomodasi karena jangka lama yang diakibatkan adanya penambahan ukuran refraksi (miopia) yang progresif,” tutur dr. Ariesanti melalui edukasinya pada aplikasi live Zoom di Bali, Senin (27/12).

Baca Juga : Ini Tips Penting yang Harus Dilakukan setelah Operasi Katarak

Pada edukasi tersebut, Ariesanti mengatakan, CVS merupakan masalah pada organ mata dan penglihatan yang bersifat kompleks pun terkait dengan fungsi mata dalam aktivitas dekat yang berhubungan dengan komputer.

Dijelaskannya, gambar pada layar komputer memiliki batas yang tidak tegas sehingga mata akan berusaha untuk memfokuskan bayangan saat melihat layar komputer. Usaha memfokuskan bayangan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan kelelahan pada otot mata (akomodasi), sehingga otot mata menjadi tegang dan menimbulkan gejala eye strain atau asthenopia sehingga terjadi CVS.

Adapun faktor risiko dari CVS, adanya gangguan refraksi (minus, plus dan silinder) yang tidak dikoreksi. Termasuk adanya penyakit pada tubuh seperti diabetes melitus, alergi, autoimun dan lainnya.

Baca Juga : Tes DNA, Trend Baru untuk Menentukan Lifestyle

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button