Program Cacao Care Tingkatkan Minat Generasi Muda pada Pertanian

INDOPOSCO.ID – Program Cacao Care mendorong produktivitas kakao secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Indonesia, menjadi sebagai salah satu produsen kakao terbesar dunia, memiliki potensi strategis dalam pengembangan komoditas ini.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan produksi kakao dari 667,3 ribu ton (2022) menjadi 632,12 ribu ton (2023). Kehadiran program Cacao care untuk mendukung peningkatan produktivitas kakao.
“Dengan teknologi dan inovasi kami ingin meningkatkan produksi kakao, salah satunya melalui program Cacao care,” ujar Eryanto dalam keterangan, Senin (14/7/2025).
Ia mengatakan, kakao tidak hanya berperan sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber devisa negara, tetapi juga menjadi tulang punggung pendapatan ribuan petani. Salah satunya di Kolaka Utara telah lama dikenal sebagai salah satu sentra kakao terbesar di Indonesia.
“Meskipun memiliki potensi besar dalam industri kakao, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutan produksi kakao di masa depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan utama yang dihadapi di antaranya perkebunan yang mulai menua, kurangnya pengetahuan dan akses petani terhadap teknologi. Selain itu juga praktik pertanian yang baik, tekanan terhadap kelestarian lingkungan, isu kualitas produk.
“Tuntutan pasar terhadap praktik produksi yang berkelanjutan terus meningkat,” jelasnya.
Tantangan ke depan lainnya, masih ujar dia, minimnya regenerasi petani. Untuk menjawab tantangan tersebut, program Cacao Care hadir sebagai solusi. Di antaranya program fokus pada edukasi generasi muda.
“Generasi muda diperkenalkan teknik sambung pucuk dan aspek dasar budidaya kakao,” ungkapnya.
Menurutnya, teknik sambung pucuk ini penting dalam budidaya tanaman kakao. Karena dapat memperbanyak tanaman, meremajakan tanaman, dan mempercepat produksi.
“Dengan belajar sambung pucuk, para generasi muda bisa memahami salah satu langkah awal membudidayakan tanaman kakao,” ucapnya.
“Program ini nantinya bisa membangkitkan minat generasi muda terhadap pertanian kakao. Salah satunya dengan memberikan pembekalan tentang teknologi perlindungan tanaman dan praktik berkelanjutan,” lanjutnya. (nas)