Ekonomi

UMKM Pemain Kunci Atasi Masalah Sosial-Ekonomi

INDOPOSCO.ID – Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengatakan negara maju maupun negara berkembang menyadari bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah pemain kunci yang dapat diandalkan untuk mengatasi masalah sosial-ekonomi dan mencapai tujuan pembangunan.

“Oleh karena itu, pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 perlu dimulai dari pemulihan UMKM,” katanya saat memberikan sambutan secara virtual dalam seminar internasional “12th Sustainable Competitive Advantage; International Conference, Colloquium, and Call for Papers” dengan tema “Empowering UMKM Productivity, Inclusive Growth and Innovation in the Digital Era” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Purwokerto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/10).

Secara teoritis, lanjut dia, mustahil bagi Bangsa Indonesia untuk pulih pascapandemi kecuali dengan segera memulihkan UMKM.

Doni mengatakan berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2001) Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM dengan kontribusi 61,07 persen atau Rp8.573,89 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) negara.

Dari total jumlah UMKM tersebut, lanjut dia, beberapa di antaranya merupakan usaha kecil dan menengah. Karena itu, mengembangkan dan meningkatkan UMKM akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peningkatan pendapatan bruto produk dalam negeri.

Menurut dia, hal ini menjadi peluang bagi UMKM untuk mempromosikan produknya agar dapat mengikuti perkembangan permintaan yang besar dari pasar domestik serta peluang untuk mengekspor produk UMKM lokal dan pada akhirnya akan mengarah pada pergerakan ekonomi yang luas.

“Pemerintah menyadari bahwa untuk memulihkan UMKM diperlukan berbagai program dan semua pemangku kepentingan perlu berkolaborasi untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” jelas Doni, dikutip dari Antara.

Saat ini, kata dia, ekonomi yang sedang berkembang di kawasan Asia diperkirakan akan tumbuh seiring pandemi mereda berkat penanganan sistematis dan realisasi vaksinasi hingga suntikan vaksin dosis ketiga (penguat/booster).

Ia mengatakan permintaan dari pasar global dan domestik tampaknya meningkat seiring permintaan barang dan jasa tumbuh dan peluang ekspor dan impor juga semakin besar.

Upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara yang terkena dampak pandemi COVID-19 tidak bisa terpisah dari kepedulian dunia untuk bergabung dan saling mendukung untuk pulih lebih kuat dan berkelanjutan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button