Ekonomi

Bahlil Ajak Inggris Investasi di Indonesia

INDOPOSCO.ID – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Inggris untuk berinvestasi di Indonesia, utamanya investasi berkelanjutan yang mendorong penciptaan nilai tambah dan pemerataan ekonomi.

Ajakan tersebut disampaikan Bahlil dalam serangkaian pertemuan bilateral dengan Pemerintah Inggris yaitu Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone, Menteri Teknologi, Inovasi dan Ilmu Hayati Inggris Lord Kamall dan Anggota Parlemen Inggris Lord Aamer Safraz di hari pertama kunjungan kerjanya ke London, Inggris, Rabu (23/3).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie.

“Saya berharap Pemerintah Inggris dapat mengambil peran aktif dalam mendorong perusahaan asal Inggris untuk berinvestasi di bidang industri hilirisasi yang berbasis sumber daya alam. Hal ini selaras dengan prioritas pemerintah saat ini dalam upaya percepatan transformasi ekonomi Indonesia,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/3), seperti dikutip Antara.

Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone menyampaikan minat Pemerintah Inggris untuk bersama-sama Indonesia mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan cakupan teknologi dan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan Inggris di sektor tersebut, Menteri Investasi Inggris yakin dapat memberikan kontribusi optimal dalam mendorong hilirisasi di Indonesia.

“Inggris dapat berperan sebagai hub investasi negara Eropa untuk masuk dan berinvestasi di sektor tersebut di Indonesia, memanfaatkan perjanjian perdagangan Inggris dengan sejumlah negara mitra strategis,” kata Lord Grimstone.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Teknologi, Inovasi dan Ilmu Hayati Inggris Lord Kamall menyampaikan telah menjalin komunikasi dengan Menteri Kesehatan RI yang sebelumnya juga telah bertemu secara langsung untuk menjajaki potensi kerja sama di bidang kesehatan saat kunjungan ke Inggris beberapa waktu yang lalu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button