SMK-PP Negeri Banjar Baru Siap Sukseskan Program Food Estate

INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyebut program Food Estate memiliki dampak yang positif terhadap pembangunan pertanian nasional. Syahrul menyebut salah satu efek yang paling terasa adalah sektor ekonomi.
“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng (Kalimantan Tengah) bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/2).
“Food Estate akan meningkatkan ekonomi masyarakat secara khusus, selain lumbung pangan nasional,” papar Mentan sambil menyamapaikan tentang pentingnya lumbung pangan bagi pemenuhan akan pangan dalam negeri.
Baca juga : Kunjungi Toraja Utara, Mentan SYL Ajak Maksimalkan Lahan Pertanian
Merespons hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan, jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate. Pihaknya melibatkan seluruh elemen, di antaranya SMK Pembangunan Pertanian (PP) Negeri Banjar Baru.
“SMK-PP memilki kegiatan pelatihan yang nantinya akan berkolaborasi dengan BBPP Binuang dalam pelaksanaannya di tahun 2022 ini,” ujarnya.
Dedi menyatakan jajarannya siap mengawal dan mendampingi SDM Pertanian mendukung korporasi petani.
“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Khususnya dalam hal korporasi petani,” katanya.
Salah satu upaya dalam meyukseskan Fodd Estate di Kalimantan Tengah melalui kegiatan yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yaitu BBPP Binuang termasuk juga UPT Kementan di Kalsel yaitu SMK-PP Negeri Banjar Baru.
Kegiatan yang dilakukan untuk mendukung Food Estate di Kalimantan Tengah tersebut, salah satunya workshop yang diselenggarakan BBPP Binuang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7-9/2).
“Kegiatan Food Estate Kalimantan Tengah merupakan kegiatan prioritas dan harus disupport oleh semua pihak. Lokasinya tersebar di 11 kecamatan dan 104 desa, melibatkan 643 Poktan, dengan melibatkan 18.442 petani,” beber Dedi.
SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjar Baru menjadi wakil dari Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian, dalam rangka kegiatan pendampingan dan pengawalan Food Estate di Kalimantan Tengah.
Pendamping sebanyak 30 mahasiswa dan alumni berasal dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Perguruan Tinggi Negeri Mitra ditugaskan di lokasi Food Estate yang terbagi di dua kabupaten.
“Sepuluh orang di Kabupaten Palang Pisau dan 20 orang di Kabupaten Kapuas,” ujar Kepala SMK-PPN Budi Santoso di sela-sela acara workshop.
Budi mengapresiasi kepada Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Kalimantan Tengah yang dapat dijadikan contoh bagi kaum milenial untuk terjun menjadi petani.
Terkiat workshop yang diselengarakan selama dua hari kemarin, Budi mengatakan kalau giat tersebut berhasil mengindetifikasi kebutuhan pelatihan (IKP), menyosialisasikan kegiatan pelatihan yang diperlukan selama tahun 2022 serta evaluasi terhadap kegiatan pelatihan Tahun 2021.(arm)