Ekonomi

Minyak Melonjak Dipicu Berkurangnya Kekhawatiran Penurunan Permintaan

INDOPOSCO.IDHarga minyak melambung dalam sesi volume ringan pada akhir perdagangan Kamis (23/12) atau Jumat (24/12) pagi WIB, di tengah tanda-tanda bahwa efek terburuk dari varian Omicron mungkin lebih dapat ditahan daripada yang ditakutkan sebelumnya, bahkan ketika negara- negara memberlakukan pembatasan perjalanan karena tingkat infeksi melonjak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari melonjak 1,56 dolar AS atau 2,1 persen menjadi menetap di 76,85 dolar AS per barel, merupakan penutupan tertinggi sejak 26 November dan mencatat kenaikan 4,5 persen untuk minggu ini. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari terangkat 1,03 dolar AS atau 1,4 persen menjadi berakhir di 73,79 dolar AS per barel, dan membukukan kenaikan 4,1 persen pada minggu ini.

Volume perdagangan ringan pada Kamis (23/12/2021), dengan hanya 244 ribu kontrak perdagangan bulan depan, menurut data Refinitiv Eikon, dibandingkan dengan rata-rata harian 381 ribu kontrak selama 200 hari terakhir.

Baca Juga : Harga Minyak Ditutup Lebih Tinggi, Tapi Pasar Waspadai Omicron

Pasar minyak telah goyah dalam beberapa hari terakhir terkait tentang seberapa serius ancaman kemerosotan lain dalam permintaan bahan bakar. Varian Omicron lebih menular daripada varian virus corona sebelumnya, tetapi data awal menunjukkan varian itu menyebabkan tingkat penyakit yang lebih ringan.

“Penghancuran permintaan yang semua orang pikir akan terjadi, tidak akan terjadi,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago, Jumat (24/12/2021), seperti dikutip Antara.

Namun, beberapa pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan yang lebih ketat untuk memperlambat penyebaran varian, yang dapat menekan permintaan sekalipun Omicron menyebabkan tingkat rawat inap yang lebih rendah, terutama di antara yang telah divaksinasi.

Baca Juga : Minyak Naik Tipis di Asia, Investor Tetap Khawatir Penyebaran Omicron

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button