Ekonomi

Inflasi AS, Rupiah Potensi Menguat

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis berpotensi menguat setelah data inflasi AS terbaru tak sesuai ekspektasi.

Rupiah dibuka menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.380 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.383 per dolar AS.

“Rupiah mungkin bisa menguat terhadap dolar AS hari ini setelah data indikator inflasi AS, indeks harga konsumen, semalam menunjukkan kenaikan inflasi tidak setinggi ekspektasi semula,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) meningkat 0,5 persen secara bulanan (mom) pada Juli dibandingkan Juni 0,9 persen (mom) dan merupakan penurunan terbesar inflasi dalam 15 bulan.

“Hasil data tersebut menyingkirkan sementara isu tapering atau pengetatan moneter sehingga dolar AS melemah terhadap nilai tukar lainnya,” ujar Ariston.

Meskipun demikian, lanjutnya, tingkat inflasi di AS masih tinggi di kisaran 5 persen, di atas target The Fed di kisaran 2 persen.

Menurut Ariston, isu tapering berpeluang kembali lagi bila data-data ekonomi AS terus menunjukkan perbaikan di tengah pandemi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button