INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan kinerja operasional positif hingga triwulan III 2026. Produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), didukung peningkatan aktivitas eksplorasi, penemuan sumber daya baru, serta optimalisasi produksi.
Berdasarkan laporan kinerja operasional periode Januari-September 2026, produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 467 ribu barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 2.762 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Selain menjaga tingkat produksi, PHE terus memperkuat kegiatan eksplorasi untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas nasional. Hingga September 2026, perseroan telah menyelesaikan pemboran 14 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 3.320 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 4.197 kilometer persegi.
Dari kegiatan eksplorasi tersebut, PHE berhasil menemukan sumber daya kontingen 2C sebesar 333 juta barel setara minyak (MMBOE), yang terdiri atas 206 juta barel minyak dan 127 juta barel setara minyak gas.
Sementara itu, realisasi penambahan cadangan terbukti atau P1 mencapai 72 MMBOE. Capaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat basis cadangan untuk menopang produksi migas dalam jangka panjang.
Di sisi pengembangan dan optimalisasi produksi, PHE telah melaksanakan pemboran 443 sumur eksploitasi, pekerjaan perawatan sumur atau workover sebanyak 943 sumur, serta 22.585 pekerjaan well services.
Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen mengatakan, capaian hingga September 2026 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan cadangan melalui kegiatan eksplorasi.
“Capaian positif hingga September 2026 ini menunjukkan komitmen kuat PHE dalam menjaga ketahanan energi nasional. Kami akan terus mengoptimalkan kegiatan produksi, eksploitasi, serta perawatan sumur untuk memastikan target operasional hingga akhir tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja,” ujar Hermansyah dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Ia menambahkan, PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan pelaksanaan program pengeboran, penerapan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas aset dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan maupun negara, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, PHE juga berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan.
Perseroan turut memperkuat integritas dan tata kelola perusahaan melalui penerapan budaya kepatuhan, pencegahan fraud, serta upaya mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. (rmn)


















