INDOPOSCO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan prestasi impresif di industri jasa keuangan nasional dengan memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026 yang digelar oleh The Finance (Infobank Media Group) di Hotel Shangri-La, Jakarta.
Empat penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto. BRI berhasil mengamankan gelar The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 untuk kategori bank beraset Rp500 triliun ke atas berpredikat “Sangat Bagus”.
Selain itu, BRI juga meraih dua kategori The Finance Special Award 2026, yaitu The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing. Penilaian didasarkan pada riset mendalam terhadap laporan keuangan lembaga selama tiga periode terakhir.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan ketangguhan BRI dalam menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global sekaligus menjadi pemacu akselerasi transformasi perseroan.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah. Kami akan terus mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, aman, dan terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hery dalam keterangan resminya.
Pencapaian penghargaan ini selaras dengan kinerja keuangan BRI yang solid. Pada semester I 2026, BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara year-on-year (YoY).
Dari fungsi intermediasi, penyaluran kredit BRI hingga akhir Juni 2026 menembus Rp1.645,5 triliun atau naik 16,2 persen YoY. Sektor UMKM menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai Rp1.235,4 triliun.
Komitmen inklusi keuangan BRI juga ditunjukkan lewat kinerja Holding Ultra Mikro yang per Juni 2026 telah melayani 33,8 juta nasabah pinjaman, mengelola 166,3 juta rekening simpanan, serta mendorong 2,3 juta debitur naik kelas ke segmen pembiayaan formal.
Untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, BRI secara masif menjalankan pemberdayaan. Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, Klasterku Hidupku mencakup 44 ribu klaster, platform digital linkumkm diakses 17,3 juta pelaku UMKM, serta Rumah BUMN yang mendampingi 596 ribu UMKM.
“UMKM bukan hanya core business perseroan, tetapi fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional. BRI tidak hanya berperan sebagai financial intermediary, tetapi juga enabler yang mendampingi pelaku usaha dari awal hingga mampu naik kelas. Kami ingin pertumbuhan BRI berjalan beriringan dengan kemajuan ekonomi kerakyatan,” tutup Hery. (adv)


















