INDOPOSCO.ID – EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata alam yang mengintegrasikan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadirannya mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, yang menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Dikembangkan selama kurang lebih lima tahun, EIGER Nature menjadi bagian dari upaya EIGER Group memperluas kontribusinya bagi Indonesia, khususnya dalam menjaga kekayaan alam sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang bertanggung jawab. Destinasi yang berlokasi di Megamendung ini dijadwalkan mulai membuka kunjungan publik secara bertahap pada 2 November 2026.
Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, mengatakan pengembangan EIGER Nature merupakan wujud apresiasi perusahaan terhadap alam Indonesia yang selama hampir empat dekade telah menjadi sumber inspirasi perjalanan EIGER.
“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki,” ujarnya, dikutip Rabu (28/10/2026).
Ronny menegaskan, warisan terbaik bukan sekadar menghadirkan tempat yang indah untuk dikunjungi, melainkan memastikan alam tetap terjaga bagi generasi mendatang. Karena itu, EIGER Nature diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pengunjung mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengalaman berinteraksi langsung dengan alam.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature dalam membangun dan mengembangkan destinasi tersebut. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, jaminan keselamatan wisatawan, serta upaya pelestarian lingkungan.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Widiyanti menambahkan, investasi pariwisata berkualitas tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan usaha. Lebih dari itu, pengembangan destinasi perlu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, EIGER Nature diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja serta memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menyatakan alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan destinasi tersebut. Oleh karena itu, EIGER Nature tidak hanya berorientasi pada pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin membangun kedekatan emosional pengunjung dengan lingkungan.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya,” ucapnya.
Imanuel berharap kehadiran EIGER Nature di Megamendung dapat memberikan manfaat bagi alam, budaya, dan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Mulai 2 November 2026, EIGER Nature akan membuka kunjungan bagi publik secara bertahap. Kehadiran destinasi ini diharapkan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menikmati petualangan sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan alam dan budaya Indonesia, dengan semangat menjaga kelestariannya untuk masa depan. (srv)


















