INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meraih penghargaan ESG Now Awards 2026 kategori Inclusive & Equitable Development berkat program Desa Berdaya Energi Gunungkidul. Program ini dinilai mampu mengintegrasikan pengembangan energi biomassa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Penghargaan yang diselenggarakan Republika di Jakarta tersebut menjadi pengakuan atas upaya PLN EPI dalam mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Program Desa Berdaya Energi Gunungkidul dilaksanakan di Kalurahan Gombang dan Karang Asem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), PLN EPI mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang menciptakan dampak nyata.
Menurutnya, program TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi dan memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN EPI untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Desa Berdaya Energi, kami mengintegrasikan pengembangan biomassa dengan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari rantai nilai energi hijau,” ujar Mamit, dikutip Jumat (23/10/2026).
Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Gunungkidul adalah keterbatasan pakan ternak saat musim kemarau yang berdampak pada peningkatan biaya pemeliharaan. Untuk menjawab persoalan tersebut, PLN EPI mengembangkan tanaman energi multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa sekaligus sumber pakan ternak.
Melalui program ini, sekitar 130 ribu pohon biomassa multifungsi telah ditanam di lahan seluas 86 hektare. Tanaman yang dikembangkan meliputi Indigofera, Kaliandra, Gamal, dan Gmelina. Selain berpotensi menjadi bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik, tanaman tersebut mendukung kebutuhan pakan ternak serta penghijauan lahan.
PLN EPI juga memperkuat kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mendorong pengembangan UMKM berbasis digital. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah program.
“Bagi kami, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari jumlah bantuan atau kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, serta lingkungan. Inilah semangat Creating Shared Value yang terus kami dorong dalam pengembangan program PLN EPI,” jelas Mamit.
Penghargaan ini makin memperkuat komitmen PLN EPI dalam mengembangkan ekosistem bioenergi berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Melalui Desa Berdaya Energi Gunungkidul, perusahaan mendorong pemanfaatan biomassa yang tidak hanya mendukung penyediaan energi alternatif bagi pembangkit listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(srv)
















