INDOPOSCO.ID – Memperingati Hari Osteoporosis Sedunia 2026 yang mengusung tema “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”, Siloam Hospitals TB Simatupang mengingatkan masyarakat akan bahaya osteoporosis yang sering kali berkembang tanpa gejala (silent disease) hingga memicu patah tulang.
Berdasarkan data global, lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis, di mana sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun rentan mengalami patah tulang akibat kerapuhan. Di Indonesia sendiri, angka osteoporosis diproyeksikan melonjak hingga 135 persen pada tahun 2050 seiring meningkatnya populasi lanjut usia.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Panggul dan Lutut Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Wijaya Johanes Chendra, Sp.OT., Subsp. PL(K) MMRS, AIFO-K, FICS, mengatakan area tubuh yang paling rentan mengalami patah tulang akibat osteoporosis adalah panggul (paha atas), tulang belakang, dan pergelangan tangan.
“Penanganan patah tulang bervariasi tergantung lokasi dan tingkat keparahannya. Patah tulang panggul umumnya memerlukan tindakan operasi dini, sementara patah tulang belakang kerap ditangani tanpa operasi kecuali jika disertai nyeri berat atau gangguan saraf,” ujarnya, dalam Media Interview Siloam Hospitals TB Simatupang bertajuk “Kenali Area Rawan Patah Tulang dan Pentingnya Olahraga untuk Cegah Osteoporosis”, di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Selain penanganan medis, pencegahan osteoporosis perlu didukung oleh perubahan gaya hidup dan aktivitas fisik yang aman.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Bernadette Laura, Sp.KO, menyatakan latihan beban (weight-bearing exercise) seperti berjalan, naik tangga, serta latihan kekuatan otot dan keseimbangan sangat penting untuk merangsang pembentukan tulang sekaligus mengurangi risiko jatuh pada lansia.
“Latihan beban (weight-bearing exercise) seperti berjalan, naik tangga, serta latihan kekuatan otot dan keseimbangan sangat penting untuk merangsang pembentukan tulang sekaligus mengurangi risiko jatuh pada lansia,” ucapnya.
Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menyampaikan komitmen rumah sakit dalam menyediakan layanan kesehatan tulang yang komprehensif.
“Siloam Hospitals TB Simatupang didukung oleh 11 Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari berbagai subspesialisasi, dokter spesialis kedokteran olahraga, fasilitas diagnostik canggih (CT Scan 512 Slices dan MRI 3 Tesla), serta layanan gawat darurat yang siaga 24 jam,” katanya.
Melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan rehabilitasi medis hingga anestesi, Siloam Hospitals TB Simatupang siap mendampingi pasien mendapatkan penanganan yang akurat guna meningkatkan kualitas hidup. (her)

















