INDOPOSCO.ID – Mainan anak-anak, tenda, kostum, hingga dekorasi festival yang diproduksi di Kabupaten Tegal kini berpeluang semakin banyak menghiasi pasar internasional. Hal ini seiring dengan diberikan persetujuan fasilitas kawasan berikat oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta kepada PT Playworks Industry Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Tegal tersebut bergerak dalam produksi mainan anak-anak, tenda, kostum, dan dekorasi festival dengan pasar ekspor utama menuju Amerika Serikat.
“Persetujuan kawasan berikat ini menjadi salah satu bentuk dukungan Bea Cukai terhadap pengembangan industri berorientasi ekspor sekaligus mendorong peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja di daerah,” ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Agus Yulianto.
Bukan sekadar fasilitas baru, langkah PT Playworks Industry Indonesia menunjukkan adanya optimisme terhadap pertumbuhan industri manufaktur di Kabupaten Tegal. Pada tahun 2026, kapasitas produksi perusahaan tercatat mencapai sekitar 396.000 pcs. Angka tersebut diproyeksikan meningkat signifikan menjadi 2.112.000 pcs pada 2030. Artinya, dalam kurun empat tahun, kapasitas produksi diproyeksikan meningkat lebih dari lima kali lipat.
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan rencana pengembangan investasi perusahaan. Nilai investasi yang tercatat sebesar Rp15 miliar pada 2026 diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp60,67 miliar pada 2030.
Dampak pengembangan industri ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi dan investasi. Ekspansi perusahaan juga diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tegal.
Pada 2026, PT Playworks Industry Indonesia menyerap sekitar 197 karyawan. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat drastis hingga mencapai 1.520 karyawan pada 2030. Dengan demikian, pengembangan perusahaan berpotensi membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus memberikan efek berganda bagi aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri. Menariknya, seluruh produk dari perusahaan ini akan diekspor ke Amerika Serikat, sehingga diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengganggu keseimbangan pasar di dalam negeri.
“Dengan fasilitas kawasan berikat, perusahaan memperoleh dukungan dalam menjalankan kegiatan industri yang berorientasi ekspor. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi proses produksi dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global. Bagi Kabupaten Tegal, keberadaan perusahaan berorientasi ekspor seperti PT Playworks Industry Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat peran daerah dalam rantai pasok industri global,” jelas Agus.
Pemberian persetujuan kawasan berikat kepada PT Playworks Industry Indonesia, menurut Agus menunjukkan bahwa fasilitas kepabeanan dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri. “Bagi Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, pemberian fasilitas tidak sekadar mengenai kemudahan dalam proses kepabeanan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kepastian dan dukungan bagi dunia usaha, khususnya industri yang memiliki orientasi ekspor,” ujarnya.
Pertumbuhan kapasitas produksi dari 396 ribu pcs menjadi lebih dari 2,1 juta pcs, investasi yang diproyeksikan mencapai Rp60,67 miliar, serta peningkatan tenaga kerja hingga 1.520 orang menjadi gambaran potensi kontribusi PT Playworks Industry Indonesia terhadap perekonomian daerah. Dari Kabupaten Tegal, bersiap menembus pasar Amerika Serikat dan membawa nama industri Indonesia ke panggung global. (ipo)















