INDOPOSCO.ID — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang mengalami hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang diperpanjang selama tiga hari hingga Kamis (17/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan, bahwa seluruh unsur SAR akan tetap berkomitmen melaksanakan pencarian secara maksimal demi menemukan para korban.
“Kami akan melanjutkan operasi SAR selama tiga hari ke depan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil dan delapan korban segera ditemukan,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Delapan orang yang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, ABK; Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Pelaksanaan operasi SAR pada hari ketujuh, Senin (14/9/2026) kemarin, Tim SAR Gabungan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor, terdiri dari enam sektor pencarian laut dengan melibatkan 20 kapal dan satu sektor pencarian udara menggunakan satu unit helikopter.
Berdasarkan laporan operasi, luas area pencarian di permukaan laut mencapai 4.586 NM², sedangkan sektor udara mencapai 2.063 NM², dengan total area pencarian sekitar 6.649 NM².
Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain HR 3604, tiga unit KRI, satu unit KAL, satu unit RBB, delapan unit kapal KP Polairud, tiga unit KN SAR dari Banten, Lampung, dan Jakarta, dua unit RIB, serta dua unit KN KPLP, yaitu KN Damaru dan KN Jembio.
Dalam pencarian sektor udara, helikopter HR 3604 melaksanakan penyisiran selama kurang lebih dua jam. Helikopter lepas landas dari Helipad Lapang Carita pada pukul 11.58 WIB dan melakukan pencarian di wilayah Perairan Selat Sunda bagian selatan hingga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Selanjutnya, helikopter kembali ke Helipad Lapang Carita pada pukul 13.57 WIB. Mereka hilang kontak sejak Senin (7/9/2026), setelah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (dan)















