INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil menyelesaikan survei seismik Offshore 2D SE Java sepanjang 6 ribu kilometer di Samudera Hindia. Kegiatan eksplorasi tersebut menjadi langkah strategis PHE untuk memetakan potensi hidrokarbon sekaligus membuka peluang wilayah kerja migas baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.
PHE selaku Subholding Upstream Pertamina menyelesaikan survei tersebut pada 26 Agustus 2026 setelah pelaksanaan proyek menghadapi tantangan kondisi alam berupa gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat di perairan selatan Jawa.
Survei Seismik Offshore 2D SE Java merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka. Area survei mencakup laut lepas di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.
Pelaksanaan akuisisi data dilakukan dalam dua fase dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kondisi cuaca. Fase pertama berlangsung pada Oktober hingga Desember 2025, sebelum dihentikan sementara karena kondisi cuaca ekstrem dan pertimbangan keselamatan kerja.
Setelah kondisi cuaca membaik, kegiatan kembali dilanjutkan pada Juli 2026 dan akhirnya rampung pada 26 Agustus 2026. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berhasil diselesaikan dengan catatan Zero Accident.
VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek, Ahmad Najihal Amal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan proyek tersebut.
“Survei 2D SE Java dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden HSSE berkat persiapan operasi yang matang, kerja sama, serta sinergi yang efektif dari seluruh fungsi dan pemangku kepentingan di 6 kabupaten Jawa Timur, Pemprov Jatim, serta jajaran aparat keamanan,” ungkap Najihal dalam acara Closing Project & MWT, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kodaeral V Surabaya, Lanal Pacitan, dan Lanal Malang.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir. Ia menilai kualitas data hasil akuisisi survei seismik tersebut sangat baik meskipun kegiatan berlangsung di tengah tantangan kondisi laut selatan Jawa.
Penyelesaian survei ini menjadi salah satu milestone penting dalam program New Venture PHE di wilayah Laut Selatan Jawa. Kawasan tersebut selama ini dinilai memiliki tantangan prospek karena berada di kawasan fore-arc basin.
Namun, PHE melihat kawasan Trenggalek–Pacitan memiliki karakteristik dan potensi akumulasi hidrokarbon yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.
Data hasil survei seismik tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai struktur geologi bawah permukaan dan menjadi dasar untuk menentukan prospek eksplorasi migas berikutnya.
Jika hasil kajian lanjutan menunjukkan prospek yang ekonomis, potensi tersebut dapat membuka peluang pengembangan wilayah kerja atau blok eksplorasi migas baru di kawasan Laut Selatan Jawa.
Untuk mendukung kualitas pencitraan bawah permukaan, PHE menerapkan teknologi akuisisi 2D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut memungkinkan pencitraan geometri bawah permukaan bumi secara lebih akurat, terutama untuk mengidentifikasi target eksplorasi pada kedalaman tinggi (deep target).
Penyelesaian survei seismik ini sekaligus memperkuat komitmen PHE dalam meningkatkan kegiatan eksplorasi hulu migas secara berkelanjutan. Eksplorasi menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ketersediaan sumber daya energi domestik di tengah kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.
PHE menegaskan kegiatan eksplorasi dan pengembangan bisnis hulu migas akan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola perusahaan.
Komitmen tersebut dijalankan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penguatan budaya kepatuhan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
PHE juga terus memperkuat integritas dalam seluruh kegiatan operasional melalui upaya pencegahan fraud dan pembangunan lingkungan kerja yang profesional, transparan, serta beretika.
Dengan rampungnya survei seismik Offshore 2D SE Java, PHE berharap potensi geologi dan hidrokarbon di wilayah Laut Selatan Jawa dapat dipahami secara lebih komprehensif. Hasil eksplorasi tersebut diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam membuka peluang sumber daya migas baru untuk mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang. (rmn)























