INDOPOSCO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mempercepat penyediaan rumah susun murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun kelas menengah melalui kerja sama pembangunan dengan Pemerintah China.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan, bahwa pembangunan rumah susun melalui kerja sama tersebut akan disertai alih teknologi guna meningkatkan faktor keamanan.
“Bagaimana teknologi yang aman, terutama untuk pembangunan rumah susun di kawasan-kawasan padat dan perkotaan,” kata Maruarar Sirait usai bertemu Duta Besar China di Indonesia Wang Lutong di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dikutip Kamis (10/9/2026).
Pihaknya telah membentuk tim khusus yang melibatkan Ditjen Kawasan Permukiman dan Ditjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP untuk menyukseskan proyek tersebut.
“Kemudian akan bekerja sama dengan tim dari Tiongkok untuk membahas soal regulasi yang bisa saling menguntungkan,” jelas Maruarar Sirait.
Ia menegaskan, kerja sama antara Indonesia dengan China dilakukan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, dan berdampak positif bagi kedua belah pihak.
“Bagaimana tadi menggerakkan ekonomi secara utuh dengan prinsip tadi, saling percaya dan saling menguntungkan,” tutur Ara disapanya.
Hasil pertemuan tersebut bakal dibahas kembali pada akhir September 2026 guna merealisasikan pembangunan rumah susun. Saat ini, konsep dan desain perumahan masih dalam tahap pematangan.
“Kita lihat nanti bentuknya seperti apa ya. Bisa menengah, bisa MBR, bisa apa ya, bisa berbagai, bisa mix ya, dan bersedia berbagai berbagai hal,” imbuhnya. (dan)














