• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Daerah Harus Berteriak Agar Didengar, Alarm Hubungan Pusat-Daerah Memanas

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 7 September 2026 - 18:08
in Nasional
papua

Prof Djohermansyah Djohan, Pengamat Pemerintahan dan Guru Besar IPDN. Foto : dokumen Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kegelisahan pemerintah daerah terhadap kebijakan pusat kian terdengar. Pengamat Pemerintahan dan Guru Besar IPDN Prof Djohermansyah Djohan menilai, letupan kemarahan dari kepala daerah seperti yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu pada 2 September 2026 lalu merupakan alarm serius bagi negara.

Dalam acara resmi yang dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Elisa Kambu menyebut daerah sering tidak didengar jika berbicara baik-baik. Perhatian pusat baru muncul ketika terjadi keributan, demonstrasi, bahkan pembakaran.

BacaJuga:

Kepala BRIN: Inovasi Jangan Berhenti di Laboratorium

23 Calon Anggota BPK Jalani Fit and Proper Test di DPD RI

Erupsi Anak Krakatau Harus Diantisipasi, DPR RI: Ini Persoalan Kesehatan Masyarakat

“Tentu tidak ada pembenaran bagi kekerasan. Tetapi mengutuk kemarahan tanpa memahami sebabnya juga bukan sikap negarawan,” ujar Djohermansyah kepada INDOPOSCO,Senin (7/9/2026)

Djohermansyah yang juga mantan Dirjen OTDA Kementerian Dalam Negeri ini menyoroti hubungan pusat dan daerah dalam dua tahun terakhir yang dinilai semakin menjauh.

Di satu sisi, pusat sibuk meluncurkan program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Di sisi lain, daerah menghadapi pemangkasan transfer, ruang fiskal menyempit, dan belanja pembangunan tertekan.

“Pusat memotong anggaran. Daerah tetap dituntut memberikan pelayanan. Ini bukan gotong royong. Ini pemindahan beban,” tegasnya.

Ia menilai tidak adil jika program dibuat di Jakarta, tetapi konsekuensi anggarannya dibebankan kepada kabupaten dan kota yang APBD-nya sudah terbatas. PPPK dan ASN pun disebut mulai mengeluhkan penurunan penghasilan.

Menurut Djohermansyah, ketika daerah mengeluh, jawaban pusat sering kali “tingkatkan PAD”. Padahal tidak semua daerah memiliki basis ekonomi yang sama.

“Bagaimana daerah pegunungan Papua meningkatkan PAD seperti Jakarta? Bagaimana kabupaten kepulauan di Maluku disuruh mandiri seperti Surabaya?” ujarnya.

Ia menyebut keseragaman kebijakan di negara yang beragam adalah bentuk lain dari sentralisasi. Daerah diminta kreatif, tetapi ruang pungut pajak dibatasi. Daerah disuruh meningkatkan pelayanan, tetapi dananya dipangkas.

Ia mengungkapkan,
kemarahan dari Papua juga menyeret persoalan pengelolaan sumber daya alam. Djohermansyah mempertanyakan siapa yang sebenarnya menikmati kekayaan alam Indonesia.

“Jangan sampai masyarakat adat hanya menjadi penonton ketika tanah leluhurnya berubah menjadi tambang. Rakyat di sekitar tambang dan hutan harus menjadi pihak pertama yang merasakan kesejahteraan,” katanya.

Ia juga menyoroti posisi kepala daerah yang dipilih rakyat, tetapi ruang geraknya semakin sempit karena anggaran dikendalikan pusat melalui SIPD dan berbagai regulasi.

“Kalau semua program, uang, dan keputusan strategis ditentukan pusat, masih adakah otonomi daerah? Tanpa uang, otonomi hanyalah pidato kosong,” tegasnya.

Djohermansyah mengingatkan APBN 2027 harus menjadi titik balik. TKD harus dipulihkan, DAU diperkuat, DBH dibayar adil, dan DAK dikembalikan sebagai instrumen pemerataan.

“Pemerintah pusat harus memiliki kepekaan tanggap ing sasmita: mampu membaca tanda sebelum semuanya terlambat. Daerah yang kuat akan memperkuat Indonesia. Daerah yang diperlakukan adil akan menjaga persatuan,” pungkasnya.

Ia menutup dengan peringatan: jika fondasi hubungan pusat-daerah terus retak, jangan menunggu “api menyala” baru menyadari bahwa rumah besar bernama Indonesia sedang dalam bahaya. (yas)

Tags: daerahPapua Barat

Berita Terkait.

brin
Nasional

Kepala BRIN: Inovasi Jangan Berhenti di Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:07
bpk
Nasional

23 Calon Anggota BPK Jalani Fit and Proper Test di DPD RI

Senin, 7 September 2026 - 15:15
abu
Nasional

Erupsi Anak Krakatau Harus Diantisipasi, DPR RI: Ini Persoalan Kesehatan Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 15:05
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Normal
Nasional

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Normal

Senin, 7 September 2026 - 13:08
Erupsi Anak Krakatau, Menhub: Penutupan 8 Bandara Diperpanjang
Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Menhub: Penutupan 8 Bandara Diperpanjang

Senin, 7 September 2026 - 09:32
Bandara Soetta
Nasional

6 Bandara Ditutup Terdampak Anak Krakatau, Menhub: Utamakan Keselamatan Penerbangan

Minggu, 6 September 2026 - 23:23

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.