INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan, tantangan riset dan inovasi Indonesia saat ini bukan sekadar menghasilkan penelitian sebanyak-banyaknya. Namun, memastikan pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengatakan, inovasi harus mampu bergerak dari laboratorium hingga dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat. Karena itu, keterhubungan antara peneliti, industri, investor, pemerintah, dan pengguna menjadi kunci agar hasil riset tidak berhenti sebagai temuan semata.
“Tantangan kita bukan lagi sekadar menghasilkan inovasi, tetapi memastikan inovasi itu bergerak. Bergerak dari laboratorium, bertemu kebutuhan nyata, mendapatkan mitra, masuk ke industri, dan akhirnya memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Arif dalam keterangan, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, sebuah inovasi tidak akan mencapai potensi maksimal apabila dikembangkan secara sendiri-sendiri. Peneliti membutuhkan mitra untuk mengembangkan sekaligus menguji hasil riset yang dihasilkan.
Di sisi lain, industri membutuhkan akses terhadap teknologi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka. Investor juga membutuhkan inovasi yang memiliki prospek pengembangan dan nilai ekonomi.
Sementara itu, menurutnya, pemerintah membutuhkan solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Kondisi tersebut membuat kolaborasi lintas pihak menjadi semakin penting.
“Sebuah inovasi memiliki nilai yang lebih besar ketika bertemu dengan pengguna, industri, dan investasi yang dapat membawanya berkembang,” kata Arif.
Dia menjelaskan, Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 dirancang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem riset dan inovasi. Forum tersebut diharapkan dapat memperpendek jarak antara invensi yang dihasilkan melalui riset dengan pemanfaatannya secara nyata.
“Karena itu, IISE dirancang untuk memperpendek jarak antara invensi dan pemanfaatan,” ucapnya.
Diketahui, BRIN meluncurkan IISE 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi nasional. Melalui kegiatan tersebut, hasil riset dan inovasi diharapkan dapat lebih mudah menemukan mitra, memperoleh dukungan investasi, masuk ke industri, serta menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. (nas)























