• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

WTP Berkali-kali, Korupsi Kepala Daerah Tetap Marak: Djohermansyah Ingatkan Publik Jangan Tertipu Predikat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 5 September 2026 - 13:25
in Nasional
Djohermansyah-Johan

Djohermansyah Johan guru besar IPDN. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah opini tertinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah. Opini ini seharusnya menjadi bukti bahwa uang rakyat dikelola secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan

Namun pengamat pemerintahan Djohermansyah Djohan mempertanyakan, apakah WTP masih layak dipercaya publik sepenuhnya?

BacaJuga:

Sasar Mahasiswa, Bea Cukai Beri Edukasi Kampus Tentang Literasi Kepabeanan

Sambut Musim Hujan, BNPB Minta Pemda Bersihkan Drainase dan Petakan Rawan Banjir

Menembus Batas Panggung Dunia: Kepercayaan Diri Luar Biasa 10 Model Tuna Rungu di Puncak HEKRAFNAS 2026

“Pertanyaan itu bukan untuk merendahkan BPK. Justru karena BPK lembaga penting, kredibilitasnya harus dijaga. WTP harus tetap menjadi simbol akuntabilitas, bukan sekadar predikat tahunan yang dipajang,” ujar Djohermansyah kepada INDOPOSCO, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengakui banyak pemerintah daerah yang kembali meraih WTP dan capaian itu patut diapresiasi. Namun publik berhak bertanya lebih jauh, setelah laporan keuangan dinilai wajar, apa dampaknya bagi masyarakat?

“Apakah pelayanan publik semakin baik? Apakah kemiskinan menurun? Apakah kesejahteraan meningkat? Di situlah WTP harus ditempatkan secara proporsional,” katanya.

Djohermansyah yang juga mantan Dirjen OTDA Kementerian Dalam Negeri ini meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi. WTP bukan berarti sebuah pemerintah daerah bebas dari korupsi.

Audit laporan keuangan hanya menilai kewajaran penyajian berdasarkan standar akuntansi pemerintahan. Karena itu, sangat mungkin sebuah pemda mendapat WTP sementara praktik korupsi tetap berjalan.

“Suap, jual-beli jabatan, gratifikasi, hingga kickback kontraktor tidak selalu muncul dalam temuan audit keuangan. Proyek bisa dibayar dengan dokumen lengkap. Kontrak ada, berita acara ada, kuitansi ada. Secara administrasi rapi. Tapi bagaimana jika di balik itu ada komisi tersembunyi? Itu keterbatasan audit keuangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, tidak tepat jika setiap kepala daerah yang tertangkap KPK setelah dapat WTP lalu disebut opini BPK salah. Bisa saja auditnya benar, tapi korupsinya terjadi di ruang berbeda. Namun fenomena ini harus menjadi alarm keras bagi BPK.

Menurut Djohermansyah, bahaya terbesar adalah ketika WTP berubah menjadi ritual tahunan birokrasi. Setiap tahun jumlah WTP diumumkan meningkat, tetapi kasus korupsi di daerah terus berulang.

“Jangan-jangan kita terlalu sibuk menghitung berapa banyak WTP dan lupa bertanya: apakah uang rakyat benar-benar menghasilkan manfaat?” ujarnya.

Ia menekankan, akuntabilitas tidak boleh berhenti pada angka dan dokumen. Uang rakyat harus menghasilkan kebijakan efektif dan pelayanan publik yang lebih baik.

Persoalan makin serius ketika lembaga pemeriksa sendiri tersandung kasus integritas. Kasus yang menjerat oknum auditor maupun pimpinan BPK tidak membatalkan seluruh hasil pemeriksaan, tetapi menggerus kepercayaan publik.

“Hukum besinya jelas, lembaga pemeriksa harus lebih bersih daripada yang diawasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti mekanisme rekrutmen anggota BPK yang dipilih DPR dengan pertimbangan DPD. BPK yang bertugas mengaudit kekuasaan, kata dia, tidak boleh terlalu dekat dengan kekuasaan.

Rekrutmen harus berbasis merit dan integritas. Panitia seleksi bisa melibatkan mantan pejabat keuangan negara, auditor senior, akademisi, dan tokoh masyarakat independen.

Selain itu, BPK perlu memperluas audit berbasis data dan digitalisasi. “Semakin banyak audit berbasis data, semakin kecil ruang lobi. Temuan tidak boleh berubah karena telepon atau tekanan politik,” katanya.

Pada akhirnya, WTP kata Djohermansyah hanyalah satu bagian dari ukuran keberhasilan pemerintahan. Setelah pertanyaan “apakah laporan keuangan wajar? Harus ada pertanyaan “apakah kebijakan pemerintah memberi manfaat nyata bagi rakyat?”.

“Inilah bedanya financial accountability dan public accountability. WTP menjawab yang pertama. Pemerintahan yang baik harus menjawab keduanya,” pungkasnya.

Ia menutup dengan pesan: WTP harus dihormati dan BPK harus dijaga. Tapi keduanya tidak boleh kebal kritik. Karena yang dipertaruhkan bukan hanya opini audit, melainkan kepercayaan rakyat terhadap pengelolaan uang mereka.(yas)

Tags: Badan Pemeriksa KeuanganDjohermansyah DjohanOpiniPengamatwajar tanpa pengecualian

Berita Terkait.

bc2
Nasional

Sasar Mahasiswa, Bea Cukai Beri Edukasi Kampus Tentang Literasi Kepabeanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:04
banjir
Nasional

Sambut Musim Hujan, BNPB Minta Pemda Bersihkan Drainase dan Petakan Rawan Banjir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:02
rungu
Nasional

Menembus Batas Panggung Dunia: Kepercayaan Diri Luar Biasa 10 Model Tuna Rungu di Puncak HEKRAFNAS 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32
bahlil
Nasional

Impor Migas Bakal Lewat Lemigas, Bahlil Beberkan Skema dan Sumber Dana

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:10
hutla
Nasional

Pengendalian Karhutla: Hotspot Nasional Turun Jadi 79 Titik, 6 Provinsi Prioritas Nihil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:10
kkp
Nasional

KKP Proaktif Dampingi Pemda Urus KKPRL, Jamin Pembangunan KNMP Sesuai Rencana Tata Ruang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:46

OLAHRAGA

catur
Olahraga

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Editor Nasuha
Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

INDOPOSCO.ID - Kontingen DKI Jakarta kembali mengukuhkan dominasinya di dunia catur nasional. Membawa pulang 17 medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas)...

SelengkapnyaDetails
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5141 shares
    Share 2056 Tweet 1285
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1259 shares
    Share 504 Tweet 315
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    985 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    941 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.