• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menjelajah Prai Ijing, Desa Wisata Bakti BCA yang Merawat Tradisi Sumba

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 5 September 2026 - 11:03
in Ekonomi
Umma-Kalada

Berlatar deretan rumah adat beratap menjulang (Umma Kalada), Desa Bakti BCA Kampung Adat Prai Ijing, di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyajikan pengalaman budaya imersif yang mengajak pengunjung mempelajari seni tenun tradisional, mencoba permainan ketangkasan Kagorokana Alu, hingga menyelami kearifan lokal setempat. Foto: Dokumen BCA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hamparan perbukitan yang membentang di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyimpan kekayaan budaya yang masih hidup hingga kini. Salah satunya dapat ditemukan di Kampung Adat Prai Ijing, di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, sebuah kawasan yang mempertahankan tradisi, arsitektur rumah adat, serta kearifan lokal masyarakat Sumba.

Memasuki kampung ini, wisatawan akan disambut deretan rumah adat beratap menjulang yang dikenal sebagai Umma Kalada. Keramahan warga, aktivitas keseharian masyarakat, hingga suara alat tenun bukan mesin (ATBM) yang digunakan para perajin turut menghadirkan pengalaman wisata yang autentik.

BacaJuga:

Pertamina Genjot Pasokan BBM, SPBU Modular hingga Layanan Tambahan Disiapkan

FinFest 2026 Raup Antusiasme Warga, Bank Jakarta Hadirkan Layanan Finansial dan Kesehatan

Literasi Asuransi Masih 45,45 Persen, Generali Indonesia Perluas Jangkauan Edukasi

Sebagai salah satu Desa Bakti BCA, Kampung Adat Prai Ijing kini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan tersebut tidak sekadar bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan aktivitas pariwisata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya.

Sejak mendapatkan pendampingan Bakti BCA pada 2024, Kampung Adat Prai Ijing mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 26 persen pada akhir 2025.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pendampingan Bakti BCA diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan desa agar masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi wilayahnya.

“Setiap desa memiliki kekayaan dan keunikan yang dapat menjadi kekuatan untuk tumbuh secara berkelanjutan. Melalui pendampingan dan pengembangan potensi lokal, BCA ingin mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam mengelola desanya,” jelas Hera, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, pengembangan potensi budaya dan pariwisata di Kampung Adat Prai Ijing diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Harapannya, potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Kampung Adat Prai Ijing dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” lanjut Hera.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih terarah dan nyaman, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prai Ijing bersama Bakti BCA menghadirkan dua pilihan paket wisata bagi pengunjung.

Pertama, Prai Ijing Full Day Tour dengan durasi sekitar 6–8 jam. Dengan tarif Rp430.000 per orang, wisatawan dapat mengikuti tur keliling kampung bersama pemandu lokal untuk mengenal arsitektur rumah adat dan sejarah desa.

Paket tersebut juga menawarkan pengalaman mencoba permainan tradisional, menikmati makan siang dengan hidangan khas lokal, mengikuti workshop tenun, hingga berfoto menggunakan pakaian adat Sumba.

Biaya paket telah mencakup tiket retribusi, pemandu lokal, snack dan makan siang, workshop tenun, sewa pakaian adat, serta suvenir khas.

Bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas, tersedia Prai Ijing Heritage Tour dengan durasi maksimal tiga jam. Dengan biaya Rp250.000 per orang, wisatawan dapat mengikuti tur sejarah kampung adat, mencoba workshop pembuatan kain tenun, menikmati snack lokal, mengikuti sesi foto menggunakan pakaian adat, serta mendapatkan pendampingan pemandu lokal dan suvenir.

Tidak hanya menikmati lanskap dan arsitektur tradisional, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat Prai Ijing. Salah satu aktivitas yang menarik untuk dicoba adalah permainan tradisional Kagorokana Alu, permainan ketangkasan menggunakan bambu yang mencerminkan keceriaan sekaligus semangat kebersamaan masyarakat setempat.

Aktivitas lainnya adalah belajar menenun kain khas Sumba. Melalui workshop singkat, wisatawan dapat melihat sekaligus mencoba proses menata benang hingga menghasilkan lembaran kain dengan motif dan tekstur khas.

Bagi masyarakat setempat, kegiatan wisata tersebut juga membuka peluang ekonomi baru. Kehadiran wisatawan ikut menggerakkan berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari penyedia kuliner lokal, penyewaan busana adat, pemandu wisata, hingga perajin suvenir.

Pengalaman menjelajahi Prai Ijing juga dapat diperpanjang dengan menginap di rumah warga melalui paket homestay. Dengan tarif Rp300 ribu per orang per malam, wisatawan mendapatkan fasilitas menginap sekaligus tiga kali makan.

Pilihan tersebut dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kampung adat secara lebih dekat, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kehidupan lokal dari perspektif warga.

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal, wisatawan juga disarankan menggunakan jasa pemandu lokal, terutama bagi mereka yang ingin memahami sejarah, filosofi rumah adat, serta berbagai tradisi yang ada di Prai Ijing.

Jangan lupa membawa perlengkapan dokumentasi. Setiap sudut kampung, mulai dari rumah adat, aktivitas menenun, pakaian tradisional hingga lanskap perbukitan Sumba, menawarkan daya tarik visual yang sayang untuk dilewatkan.

Dengan perpaduan antara kekayaan budaya, aktivitas masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal, Kampung Adat Prai Ijing menunjukkan bahwa pariwisata dapat tumbuh tanpa harus meninggalkan akar tradisi. Di tempat ini, budaya bukan sekadar tontonan bagi wisatawan, melainkan bagian dari kehidupan yang terus dirawat sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.(rmn)

Tags: bcaDesa Bakti BCAKampung Adat Prai IjingnttSumba Barat

Berita Terkait.

FinFest 2026 Raup Antusiasme Warga, Bank Jakarta Hadirkan Layanan Finansial dan Kesehatan
Ekonomi

Pertamina Genjot Pasokan BBM, SPBU Modular hingga Layanan Tambahan Disiapkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:27
FinFest 2026 Raup Antusiasme Warga, Bank Jakarta Hadirkan Layanan Finansial dan Kesehatan
Ekonomi

FinFest 2026 Raup Antusiasme Warga, Bank Jakarta Hadirkan Layanan Finansial dan Kesehatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:21
generali
Ekonomi

Literasi Asuransi Masih 45,45 Persen, Generali Indonesia Perluas Jangkauan Edukasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:13
utojo
Ekonomi

PHE Bidik Indonesia Jadi Hub CCS Asia, Dorong Dekarbonisasi Lintas Negara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:12
pltu
Ekonomi

PLN Indonesia Power Gandeng Kejati Sumut Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:11
bahlil
Ekonomi

3 Pekerja Pertamina Raih Tanda Kehormatan dari Presiden, Perkuat Pengabdian di Sektor Energi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:29

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.