INDOPOSCO.ID – Modal usaha hanya Rp2 juta tak menghalangi Dermiyanti mengembangkan bisnis kue hingga mampu meraup omzet Rp15 juta–Rp20 juta per hari. Berkat ketekunan dan pendampingan Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar, usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dirintis sejak 2014 itu kini berkembang menjadi rumah produksi dengan 15 karyawan.
Dermiyanti mengawali usaha pembuatan kue dari dapur sederhana. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2018, ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar dengan memperoleh pinjaman modal awal Rp2 juta.
Seiring perkembangan usahanya, plafon pembiayaan yang diterimanya meningkat hingga hampir Rp10 juta. Tak hanya mendapatkan dukungan permodalan, Dermiyanti juga memperoleh pendampingan dan kesempatan mengembangkan keterampilan usaha.
Salah satunya melalui studi banding ke Bogor pada 2024. Kesempatan tersebut memperkenalkannya dengan berbagai resep baru yang kemudian dibawa pulang untuk dikembangkan di Jambi.
“Ketika pulang saya coba resep hasil studi banding yaitu Roti Mandau Durian. Resep ini sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo, tetapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas,” ujar Dermiyanti dalam keterangan, Kamis (3/9/2026).
Tak menyerah, Dermiyanti terus melakukan percobaan hingga berhasil menyempurnakan resep tersebut. Dari proses itu lahir dua produk andalan, yakni Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat.
Produk tersebut mendapat sambutan positif pasar. Permintaan yang meningkat membuat rumah produksinya harus beroperasi dari pagi hingga dini hari. Bahkan, para pekerja kerap lembur hingga menjelang subuh untuk memenuhi pesanan.
Kini, rumah produksi Dermiyanti mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu per hari. Produk yang dibuat tidak hanya Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat, tetapi juga brownies, sarang semut, dan rainbow cake.
Direktur Utama PT PNM Kindaris mengatakan, dukungan kepada pelaku usaha tidak sebatas penyaluran modal. Menurutnya, pendampingan menjadi bagian penting agar nasabah mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan. Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa dua juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya,” kata Kindaris.
Kindaris menambahkan, perjalanan Dermiyanti menjadi gambaran bahwa keberhasilan nasabah merupakan bagian dari keberhasilan pemberdayaan yang dilakukan PNM. (nas)























