INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK), salah satunya dengan membuka dan memfasilitasi peluang kerja di luar negeri.
“Jadi, pemerintah menyiapkan dua jalan. Untuk yang dalam negeri pemerintah siapkan, untuk yang luar negeri juga disiapkan. Nah, inilah peluangnya salah satu yang harus kita manfaatkan,” kata Mukhtarudin usai kick off SMK Go Global di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).
Mengingat sejumlah negara mengalami aging population atau penuaan penduduk, pemerintah terus mengoptimalkan pengiriman tenaga kerja terampil dari Indonesia untuk mengisi kebutuhan tersebut.
“Makanya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) setiap kali bertemu dengan beberapa kepala negara, selalu menyinggung soal ‘bisakah negara Indonesia mengirim pekerja migran, pekerjanya (-red) ke negaranya?’,” ujar Mukhtarudin.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat investasi melalui berbagai kebijakan agar dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. “Saya kira pemerintah berjalan paralel ya. Paralel mempersiapkan lapangan pekerjaan luar negeri,” jelas politikus Golkar itu.
Pemerintah juga memanfaatkan hubungan diplomatik dengan negara-negara mitra strategis untuk membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia
“Nah, kemudian tentu kami ya, kami KP2MI selalu melakukan membuka pasar-pasar, membuka pasar-pasar baru khususnya Eropa, termasuk Amerika, Australia, dan beberapa negara lain. Termasuk Asia. Asia juga termasuk banyak permintaan,” imbuh Mukhtarudin.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 43.805 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jawa Barat mencatat jumlah PHK tertinggi yaitu 8.830 pekerja (sekitar 20,16 persen dari total nasional). (dan)





















