• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dari Balik Jeruji, Sukaboat Lapas Sukamiskin Tembus Pasar Kapal

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:35
in Nasional
boat

Ilustrasi kapal boat. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kreativitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, tak berhenti pada kerajinan tangan. Dari balik jeruji, mereka justru mampu memproduksi beragam jenis kapal melalui merek Sukaboat.

Mulai dari kapal nelayan, dinghy boat, hingga speedboat berhasil dikembangkan para napi. Produk karya warga binaan itu bahkan telah menembus pasar dengan jumlah produksi lebih dari 25 unit untuk berbagai tipe.

BacaJuga:

Kemhan Buka Suara Soal Isu Larangan Hijab Kadet Unhan

Milad ke-14, HNI Perkuat Ekosistem Produk Halal di Indonesia

Karhutla Kalimantan Berulang, PKS: Biaya Pembakaran Lebih Murah daripada Konsekuensi Hukum

Salah seorang warga binaan, Wawan (26), mengaku bangga bisa mendapatkan pengalaman baru selama bekerja di bengkel Sukaboat. Napi kasus narkoba itu mengaku banyak belajar mengenai teori dan teknis pembuatan kapal.

“Banyak sekali pelajaran yang saya dapat di sini, pastinya bangga sudah bisa bikin kapal. Saya belajar teori-teori soal kapal, jadi makin bertambah wawasan,” kata Wawan dalam keterangan, Minggu (23/8/2026).

Wawan menyebut dirinya telah mengerjakan lima kapal tipe SB-6. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal keterampilan yang berharga selama menjalani masa pembinaan.

Program tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto pada 2026. Salah satu poinnya mendorong pengembangan produk hasil karya warga binaan sekaligus menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari balik tembok pemasyarakatan.

Pengembangan Sukaboat turut disupervisi Emirsyah Satar, warga binaan kasus korupsi yang memiliki latar belakang ekonomi dan pernah memimpin Garuda Indonesia. Tim tersebut juga diperkuat warga binaan dengan keahlian di bidang transportasi, perkapalan, dan desain.

Emir mengatakan Sukaboat mendapat kesempatan memperkenalkan produknya dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran, Jakarta. Kolaborasi dengan Honda membuat produk kapal karya warga binaan bisa dipamerkan berdampingan dengan produk otomotif.

“Februari kita kolaborasi dengan Honda untuk ikut pameran IIMS 2026 di Kemayoran. Mereka mendukung menyiapkan booth dan sebagainya. Akhirnya kita ikut pameran, booth yang lainnya pamer motor, kami pamerkan kapal karya warga binaan,” ujar Emir.

Menurut Emir, proses produksi Sukaboat tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi warga binaan. Untuk memperkuat kemampuan teknis, pihak lapas menggandeng vendor fiberglass.

“Kami di manajerial, jadi bagaimana kami bisa mensupervisi bagian teknis. Kami juga belajar teknis. Untuk belajar fiberglass, kami diajari vendor-vendor bahan kapal,” katanya.

Material kapal yang dikembangkan Sukaboat cukup beragam, antara lain fiberglass, aluminium, kayu, hingga high-density polyethylene (HDPE). Namun, pelatihan produksi saat ini masih difokuskan pada kapal berbahan fiberglass.

Enam Produk Sukaboat
Sukaboat kini mengembangkan sejumlah tipe kapal dengan fungsi berbeda. Pertama, Dinghy 4 Meter. Produk ini menjadi salah satu kapal awal yang diproduksi Sukaboat. Pada 2024, sebanyak 20 unit dinghy diproduksi melalui program CSR PLN, ditambah enam unit pesanan individu.

Aktivitas produksi melibatkan sekitar 15 warga binaan yang menghabiskan jam produktif mereka di hanggar Sukaboat. Kedua, Duchy Boat 8 Meter. Kapal sepanjang 27 feet atau sekitar 8 meter tersebut awalnya dirancang sebagai kapal BTS untuk menjangkau wilayah kepulauan.

Sebanyak dua unit telah dibeli pihak swasta. Pada 2026, pengembangan kapal tersebut kembali dilakukan melalui proyek bertajuk Duchy Reborn.

“Ada Duchy, ini kapal 27 feet atau 8 meter. Ini kita sudah buat dua unit, tapi masih kita revisi, belum selesai,” ujar Emir.

Duchy Reborn diarahkan menjadi kapal yang lebih modern dengan pembaruan desain dan repowering menggunakan mesin konvensional. Meski demikian, fungsi utamanya tetap diarahkan sebagai “kapal internet” untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ketiga, Kapal Nelayan SBF-10. Sukaboat juga menyasar kebutuhan nelayan melalui SBF-10. Kapal ini dirancang sebagai bentuk modernisasi kapal nelayan tradisional tanpa menghilangkan karakter khasnya.

Rio, salah satu anggota tim manajerial Sukaboat, mengatakan pengembangan SBF-10 diawali dari kebutuhan nelayan rajungan di Cirebon.

“Kami mulai dari wilayah yang tidak jauh dari Sukamiskin, yaitu nelayan rajungan di Cirebon. Kami ambil satu contoh kapal nelayan yang dari kayu, lalu kami akan convert menjadi fiberglass, tetapi dengan desain dan look yang tradisional,” jelas Rio.

Modernisasi dilakukan pada material, bentuk lambung, mesin, dan propeller. Penggunaan fiberglass diharapkan membuat kapal lebih ringan, awet, mudah dirawat, lebih cepat, sekaligus menghemat konsumsi bahan bakar.

Keempat, Speedboat SB-6. Kapal sepanjang enam meter ini menyasar pasar personal. Sukaboat melihat peluang sebagai alternatif penggunaan jetski karena mampu membawa lima orang, yakni satu nakhoda dan empat penumpang.

Tidak hanya untuk rekreasi, SB-6 juga dirancang multifungsi. Kapal tersebut dapat dikembangkan menjadi kapal wisata, patroli, pancing, diving, hingga SAR. Produk ini juga telah memiliki pembeli.

Kelima, Speedboat SB-8. Dengan panjang sekitar delapan meter, SB-8 menjadi salah satu sarana pembelajaran dengan tingkat teknis yang lebih kompleks bagi warga binaan.

Ukuran yang lebih besar memungkinkan kapal dilengkapi kabin tertutup. Para napi pun mempelajari berbagai aspek produksi, mulai pemasangan kaca, interior lantai, dinding dan plafon, kursi, alat keselamatan, railing, tangki bahan bakar dan air, mesin, sistem kemudi, sistem tambat, kelistrikan, hingga perpipaan.

Keenam, Speedboat SB-10. Ini menjadi rancangan terbaru Sukaboat. Kapal sepanjang 10 meter tersebut ditargetkan mampu melaju hingga 50 knot. Kapal ini diproyeksikan untuk mendukung kegiatan patroli, pengamanan, dan respons cepat dalam situasi darurat.

Untuk memperkuat konstruksi, Sukaboat merencanakan penggunaan material kevlar dan aramid yang diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap proyektil tertentu.

Bagi para warga binaan, hanggar Sukaboat bukan sekadar tempat membuat kapal. Di tempat itu, keterampilan teknis, manajemen, dan pengalaman kerja dibangun sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat setelah masa pidana berakhir. (nas)

Tags: Pasar KapalSukaboat Lapas Sukamiskin

Berita Terkait.

Kemhan Buka Suara Soal Isu Larangan Hijab Kadet Unhan
Nasional

Kemhan Buka Suara Soal Isu Larangan Hijab Kadet Unhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:24
Milad ke-14, HNI Perkuat Ekosistem Produk Halal di Indonesia
Nasional

Milad ke-14, HNI Perkuat Ekosistem Produk Halal di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:32
Karhutla Kalimantan Berulang, PKS: Biaya Pembakaran Lebih Murah daripada Konsekuensi Hukum
Nasional

Karhutla Kalimantan Berulang, PKS: Biaya Pembakaran Lebih Murah daripada Konsekuensi Hukum

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:09
Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
Nasional

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Nasional

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17
Fauzan
Nasional

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:09

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.