• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bukan Sekadar Upacara, Kemerdekaan Mengingatkan ASN pada Arti Sebuah Pengabdian

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 17 Agustus 2026 - 17:27
in Nasional
panrb

Pegawai Kementerian PANRB mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026), dengan mengenakan pakaian adat dan wastra Nusantara sebagai simbol keberagaman dan persatuan bangsa. Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kemerdekaan tidak berhenti pada upacara, pengibaran bendera, atau perayaan setiap 17 Agustus. Bagi aparatur sipil negara (ASN), kemerdekaan menemukan maknanya ketika semangat para pendahulu diteruskan dalam bentuk yang lebih nyata, yakni bekerja dengan integritas, terus belajar, dan menghadirkan pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jakarta, Senin (17/8/2026).

BacaJuga:

Menteri Ketenagakerjaan Apresiasi Program Magang Nasional di BRI, Buka Jalan Karier bagi Ribuan Talenta Muda Indonesia

Pink October, Mobil Mamografi Gratis Pertamina Layani 1.166 Perempuan

Dana Operasional Dapur MBG Belum Cair, BGN Beber Penyebabnya

Sekretaris Kementerian PANRB Reni Suzana bertindak sebagai inspektur upacara. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara diikuti para Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Madya dan Pratama serta pegawai Kementerian PANRB.

Suasana peringatan pun terasa berbeda. Para peserta mengenakan wastra Nusantara dan pakaian adat dari berbagai daerah. Keberagaman yang hadir dalam satu barisan itu menjadi gambaran bahwa Indonesia dibangun dari banyak warna, tetapi memiliki satu tujuan, yakni kemajuan bangsa.

Di momentum tersebut, penghargaan diberikan kepada para pegawai yang telah mendedikasikan sebagian hidupnya untuk negara. Sebanyak 33 pegawai Kementerian PANRB menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Sebanyak 12 pegawai menerima penghargaan atas pengabdian selama 20 tahun, sementara 21 pegawai lainnya menerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.

Namun, di balik angka dan penghargaan tersebut, tersimpan cerita panjang tentang waktu, tanggung jawab, dan pilihan untuk tetap mengabdi.

Salah satunya datang dari Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja. Setelah tiga dekade menjadi ASN, penghargaan yang diterimanya bukan sekadar tanda atas lamanya masa kerja. Baginya, 30 tahun pengabdian justru menjadi pengingat bahwa perjalanan masih harus diteruskan.

“Di usia 30 tahun pengabdian tentunya kita harus meneruskan cita-cita para pendiri bangsa dengan bekerja dan memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat,” ujar Aba.

Bagi Aba, menjadi ASN bukan hanya perkara kompetensi dan capaian kinerja. Ada satu hal yang tidak kalah penting: mental pengabdian.

Kompetensi membuat ASN mampu bekerja. Kinerja menunjukkan hasilnya. Namun, mental pengabdianlah yang menjaga keduanya tetap berpijak pada kepentingan masyarakat. Nilai itulah yang menurutnya harus terus diwariskan kepada generasi baru birokrasi.

“Jadilah orang-orang hebat, jadilah orang-orang yang berakhlak, jadilah ASN yang menjadi tumpuan masyarakat,” pesannya.

Pesan tentang pengabdian juga datang dari sosok ASN yang berada pada generasi berbeda. Analis Kebijakan Ahli Muda pada Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Ananda Putri Sujatmiko, menerima penghargaan sebagai Pegawai Teladan Kementerian PANRB.

Baginya, menjadi teladan tidak selalu berarti bekerja dalam kondisi ideal. Justru dalam keterbatasan, nilai sebuah pengabdian diuji.

“Saya yakin di luar sana banyak ASN yang bekerja dengan berbagai keterbatasan, anggaran, ruangan, tidak ada meja kerja, dan banyak hal lainnya. Tapi saya yakin dan percaya, bahwa hal-hal sederhana yang kita lakukan itu pasti tetap akan bermanfaat, setidaknya untuk lingkungan terkecil kita,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi seorang ASN tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar atau kebijakan yang langsung terlihat.

Kadang, pengabdian tumbuh dari pekerjaan yang sederhana. Dari sebuah layanan yang dipermudah. Dari persoalan masyarakat yang ditangani. Dari tugas yang diselesaikan dengan sungguh-sungguh, meski tidak selalu mendapat sorotan.

Bagi Ananda, tantangan tersebut justru menjadi ruang untuk terus bertumbuh. Pengembangan kompetensi dinilai penting agar ASN mampu mengikuti perubahan, beradaptasi dengan dinamika pekerjaan, sekaligus memperluas manfaat dari tugas yang dijalankan.

Semangat itu terutama ditujukan kepada ASN muda agar tidak berhenti belajar dan tidak kehilangan orientasi pelayanan, baik ketika bekerja di balik meja maupun ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Peringatan kemerdekaan di lingkungan Kementerian PANRB akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Ada penghargaan bagi mereka yang telah puluhan tahun mengabdi, ada apresiasi bagi pegawai yang menunjukkan keteladanan, dan ada penghormatan bagi pegawai yang memasuki masa purnabakti.

Apresiasi juga diberikan kepada unit pengolah kearsipan terbaik tahun 2026. Semua itu bermuara pada satu pesan, yaktiu pengabdian tidak mengenal satu generasi.

Mereka yang telah mengabdikan puluhan tahun mewariskan pengalaman. Mereka yang berada di tengah perjalanan meneruskan tanggung jawab. Sementara ASN muda membawa energi, gagasan, dan kompetensi untuk menghadapi tantangan yang terus berubah. Di situlah kemerdekaan menemukan makna lain di ruang birokrasi.

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi tentang memastikan perjuangan itu memiliki kelanjutan. Dan bagi ASN, salah satu bentuk paling nyata untuk meneruskan perjuangan tersebut adalah bekerja dengan integritas, meningkatkan kapasitas, menjaga akhlak, serta memberikan pelayanan yang benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (her)

Tags: ASNHUT Ke-81 RIHUT Kemerdekaan RIkementerian panrb

Berita Terkait.

hanif
Nasional

Menteri Ketenagakerjaan Apresiasi Program Magang Nasional di BRI, Buka Jalan Karier bagi Ribuan Talenta Muda Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:58
pertamina
Nasional

Pink October, Mobil Mamografi Gratis Pertamina Layani 1.166 Perempuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:16
mbg
Nasional

Dana Operasional Dapur MBG Belum Cair, BGN Beber Penyebabnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:06
sma
Nasional

TKA Jangan Jadi Momok, DPR Tekankan Keadilan dan Kesehatan Mental Siswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:14
wamen
Nasional

Wamen P2MI Lepas 271 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:11
asap
Nasional

Asap Karhutla Picu Krisis Kesehatan di Kalteng, Ketua DPR Desak Penguatan Layanan Kesehatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:30

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID – Kabar yang dinanti pencinta sepak bola Tanah Air akhirnya datang. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi merilis jadwal...

SelengkapnyaDetails
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36
Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4726 shares
    Share 1890 Tweet 1182
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1214 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    959 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.