INDOPOSCO.ID – Persaingan sengit mewarnai kejuaraan catur online dari Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga dan Seni (Disporseni) nasional, Universitas Terbuka (UT) 2026. Bahkan, empat peserta yang menempati posisi teratas sama-sama mengoleksi 7,5 poin, sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui perhitungan tie break oleh Dewan Wasit.
Kejuaraan yang mengusung tema “Langkah Cerdas, Sportivitas Tanpa Batas, Demi Prestasi Negeri” ini diikuti mahasiswa dari 35 UT daerah dan dari Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai dari babak pertama hingga babak ketujuh, Dewan Wasit menetapkan Allif Maulana Sakti dari UT Padang sebagai juara pertama dengan nilai 7,5 dan tie break 43.
Posisi kedua ditempati Harry dari UT Jakarta yang juga mengumpulkan 7,5 poin dengan tie break 41. Sementara itu, peringkat ketiga diraih Raden Syafiuddin dari UT Denpasar dengan nilai 7,5 dan tie break 39,75.
Adapun posisi Harapan I diraih M. Saleh Hardi dari UT Bengkulu dengan nilai 7,5 dan tie break 30,25. Ketatnya persaingan pada kejuaraan tahun ini menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, keempat peserta teratas memiliki nilai akhir yang sama sehingga penentuan peringkat harus dilakukan secara lebih rinci melalui mekanisme tie break.
Koordinator Catur Online Disporseni Nasional Universitas Terbuka 2026, Effendi Hansori, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tahun ini berlangsung sangat kompetitif. Menurut dia, kualitas dan konsistensi para peserta terlihat sejak babak awal hingga pertandingan terakhir.
“Antusiasme mahasiswa dari berbagai UT Daerah menunjukkan bahwa kegiatan non-akademik seperti catur tetap bisa diselenggarakan secara kompetitif meskipun dilakukan secara daring,” ujar Effendi dalam keterangan, Kamis (13/8/2026).
Kejuaraan catur online ini, menurutnya, digelar secara serentak di masing-masing UT Daerah maupun Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) dengan memanfaatkan platform digital.
“Model penyelenggaraan ini sekaligus mencerminkan karakter UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang mengedepankan pemanfaatan teknologi, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik,” terangnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, masih ujar dia, kejuaraan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir strategis mahasiswa. Melalui permainan catur, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, analitis, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
“Kami menilai keterampilan ini sangat penting, karena dapat mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran jarak jauh,” terangnya.
Dia berharap prestasi yang diraih para pemenang dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. (nas)























