INDOPOSCO.ID – Komitmen Indonesia dan Jerman dalam mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat industri kesehatan mendapat sorotan dalam kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan ke fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Selasa (18/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Reem didampingi Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste. Delegasi meninjau langsung berbagai fasilitas produksi dan infrastruktur energi terbarukan Bayer sebagai bagian dari agenda penguatan kemitraan Indonesia-Jerman, khususnya dalam transisi energi dan kerja sama dengan sektor swasta.
Fasilitas Bayer di Cimanggis dinilai menjadi salah satu contoh konkret sinergi kedua negara. Pabrik tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan produk kesehatan di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu basis manufaktur global Bayer dengan produk yang diekspor ke lebih dari 42 negara.
Reem mengatakan, fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat luas, mulai dari pengembangan energi terbarukan, penguatan industri lokal, hingga peningkatan kapasitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Reem.
Menurutnya, kerja sama pembangunan kedua negara juga diarahkan untuk membuka kemitraan baru dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai kehadiran Bayer di Indonesia merupakan gambaran nyata kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan industri dalam mendukung prioritas kesehatan nasional.
Dante menyebut pemerintah melalui program nasional menargetkan dapat menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan dukungan pasokan Multiple Micronutrient Supplements (MMS) yang berkualitas, andal, dan konsisten.
“Saya percaya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional kita,” kata Dante.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga melihat instalasi panel surya atap milik Bayer yang membentang di area seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp.
Fasilitas tenaga surya tersebut disebut menjadi salah satu instalasi terbesar di antara perusahaan farmasi multinasional di Indonesia. Panel surya itu mampu memenuhi sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.
Selain meninjau aspek keberlanjutan energi, delegasi melihat langsung fasilitas produksi MMS Bayer.
Melalui investasi senilai Rp99 miliar untuk pengembangan lini produksi, termasuk MMS dan penelitian dan pengembangan (R&D), Bayer memperkuat kemampuan manufaktur lokal dalam memproduksi suplemen prenatal berstandar UNIMMAP.
Produk tersebut mengandung 15 vitamin dan mineral esensial yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen jangka panjang Bayer dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global,” ujar Priscilla.
Adapun kapasitas produksi MMS di fasilitas Cimanggis mencapai 1,2 miliar tablet per tahun, baik dalam kemasan botol maupun blister.
Kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan MMS sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.(srv)























