INDOPOSCO.ID – Wajah pariwisata Jakarta kembali mendapat sentuhan baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan dua inovasi sekaligus, yakni layanan Open Top Tour Jakarta rute Jakarta Batavia dan Open Dining of Jakarta, sebuah konsep wisata kuliner di atas bus yang menawarkan pengalaman menikmati kota dari sudut pandang berbeda.
Peluncuran kedua layanan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026). Kehadiran program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menghidupkan kawasan bersejarah sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
“Melalui Open Top Tour, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati sisi modern, sejarah, budaya, hingga perkembangan Jakarta dalam satu layanan yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” ujar Rano.
Menurut Rano, geliat sektor pariwisata Jakarta terus menunjukkan tren positif seiring berbagai agenda budaya yang digelar pemerintah daerah. Aktivitas tersebut dinilai berhasil menarik minat wisatawan sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi warga.
“Berbagai inisiatif budaya kami hadirkan untuk menarik minat wisatawan sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat. Hasilnya cukup signifikan. Pada Mei 2026, perjalanan wisatawan nusantara meningkat 6,97 persen menjadi 8,82 juta, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara naik 8,17 persen menjadi 1,04 juta,” jelasnya.
Dengan diresmikannya rute Jakarta Batavia, kini Transjakarta mengoperasikan empat layanan Open Top Tour, yakni Jakarta Skyline, Jakarta Heritage, Jakarta Explorer, dan Jakarta Batavia. Seluruh rute tersebut dirancang untuk membawa penumpang menikmati panorama kota, bangunan bersejarah, hingga berbagai ikon ibu kota.
Bagi Pemprov DKI Jakarta, transportasi publik kini tidak lagi sekadar mengantarkan penumpang dari satu titik ke titik lain. Kehadiran Open Top Tour diharapkan menjadi media yang memperkenalkan sejarah, budaya, dan transformasi Jakarta kepada wisatawan maupun masyarakat.
Tak hanya menghadirkan rute baru, Pemprov DKI Jakarta juga memulai uji coba Open Dining of Jakarta, konsep bersantap di atas bus sambil menikmati panorama kota. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi untuk masyarakat pada 1 Agustus 2026, sementara pemesanan dibuka sejak 25 Juli 2026 melalui aplikasi TJ: Transjakarta yang bekerja sama dengan Klook.
“Open Dining ini masih dalam tahap uji coba. Kami berharap masyarakat dapat menikmati Jakarta dari perspektif yang berbeda, bukan hanya melihat kotanya, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, dan identitasnya,” tambah pria yang akrab disapa Bang Doel itu.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan layanan tersebut akan melayani dua hingga tiga perjalanan setiap hari dengan kapasitas maksimal 30 penumpang dalam satu trip. Selain dapat dipesan secara individu, layanan juga tersedia untuk rombongan maupun acara khusus.
“Tarifnya Rp500 ribu per orang, sudah termasuk paket makan lengkap mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga pencuci mulut. Selama perjalanan, penumpang juga akan menikmati pertunjukan musik biola secara langsung serta narasi mengenai sejarah kawasan dan cerita di balik menu yang disajikan,” kata Welfizon.
Tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis transportasi juga menjadi modal optimistis bagi Transjakarta. Seluruh perjalanan Open Top Tour yang telah beroperasi sebelumnya tercatat selalu terisi penuh.
Melalui dua inovasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap pengalaman menikmati ibu kota tidak lagi terbatas pada destinasi wisata semata. Kota Tua diharapkan semakin hidup sebagai pusat aktivitas, sementara pelaku UMKM, industri kuliner, dan ekonomi kreatif memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkembang. (her)


















