INDOPOSCO.ID – Hai Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan UMKM dan Edukasi Pembuatan Gula Merah dari Kelapa di Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi BPDP dalam mendorong pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan, memperkuat kemitraan UMKM dan koperasi petani melalui pengembangan rantai pasok dan kolaborasi usaha, serta mendukung pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan yang mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar Bapak Eko Susanto, S.T., M.Si., Ketua Pokdarwis Puspa Jagad, Bapak Andrias Puguh Mairoso, S.Psi., Direktur Hai Sawit Indonesia, Bapak M. Danang MRQ, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili oleh Ibu Linda Sitanandra selaku Staf Divisi UMKM dan Bapak Fery Taryana selaku Staf Divisi Kerja Sama, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Bapak Helmi Muhansah yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting, serta para peserta kegiatan Desa Wisata EPS yang terdiri dari pelaku UMKM, pengelola desa wisata, dan masyarakat Kabupaten Blitar.
Dalam sambutannya, Direktur Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ, menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar potensi lokal mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
“Desa memiliki kekayaan potensi yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan dipasarkan secara lebih luas. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi sehingga masyarakat mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM di era digital,” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar, Eko Susanto, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada Hai Sawit Indonesia dan BPDP atas terselenggaranya kegiatan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan UMKM dan Edukasi Pembuatan Gula Merah dari Kelapa di Kabupaten Blitar. Menurutnya, program seperti ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan desa wisata sekaligus memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kami menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini karena sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mengembangkan desa wisata yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM yang semakin produktif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan desa wisata dan pemberdayaan masyarakat, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Hai Sawit Indonesia dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar, serta Hai Sawit Indonesia dengan Pokdarwis Puspa Jagad Desa Wisata Semen. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk mendorong pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan UMKM berbasis potensi lokal di Kabupaten Blitar.
Turut memberikan sambutan secara daring melalui Zoom Meeting, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Bapak Helmi Muhansah, yang mewakili Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). BPDP merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memiliki tugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan secara berkelanjutan, termasuk melalui program pengembangan sumber daya manusia (SDM), beasiswa SDM sawit, peremajaan sawit rakyat (PSR), riset dan inovasi, promosi sawit, pengembangan sarana dan prasarana, serta pemberdayaan UMKM dan kerja sama kemasyarakatan.
Dalam paparannya, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Bapak Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa BPDP terus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program pengembangan melalui website resmi dan kanal YouTube BPDP. Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, BPDP juga telah menghadirkan Rumah UMKM BPDP di Gedung Smesco Indonesia sebagai pusat promosi, pembinaan, dan pemasaran produk UMKM binaan.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, serta menyampaikan hasil dari kegiatan tersebut kepada BPDP. Selanjutnya, BPDP akan melakukan proses kurasi sebagai bagian dari pembinaan lanjutan. Kami juga mengajak seluruh pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan untuk mengirimkan produk-produknya kepada BPDP sebagai tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan. Harapannya, produk-produk tersebut dapat memperoleh kesempatan promosi yang lebih luas dan mampu meningkatkan daya saing di pasar,” ujarnya.
BPDP terus menjalankan program pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan melalui peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran produk-produk unggulan berbasis komoditas perkebunan. Selain itu, BPDP juga memperkuat kemitraan antara UMKM dan koperasi petani melalui pola intiplasma, pengembangan rantai pasok, dan kerja sama operasional guna menciptakan hubungan usaha yang saling menguntungkan, meningkatkan kepastian pasar, memperluas akses teknologi, serta mendorong kolaborasi yang berkelanjutan.
BPDP juga mendorong pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan dengan mengintegrasikan sektor perkebunan, UMKM, koperasi, dan pariwisata untuk menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Program Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan UMKM dan Edukasi Pembuatan Gula Merah dari Kelapa di Blitar menjadi salah satu implementasi strategi tersebut melalui pengembangan produk gula merah sebagai komoditas unggulan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa wisata.
Selain mengikuti workshop pembuatan gula merah dari nira kelapa, peserta juga memperoleh materi Digital Marketing yang membahas strategi branding, pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan platform marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui kegiatan ini, Hai Sawit Indonesia bersama BPDP berharap kolaborasi yang terjalin mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar.(ibs)

















