• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Diplomasi Sawit Perlu Lebih Proaktif Hadapi Diskriminasi Perdagangan Global

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 20 Juli 2026 - 18:18
in Ekonomi
Kebun-Sawit

Kendaraan operasional melintas di jalan utama yang membelah kawasan perkebunan kelapa sawit. Foto: Dokumen BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia perlu memperkuat diplomasi kelapa sawit sebagai bagian dari strategi menjaga daya saing komoditas nasional di tengah peningkatan berbagai hambatan perdagangan global.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan bahwa upaya diplomasi sawit perlu menggunakan pendekatan proaktif. Ia menegaskan, diplomasi sawit idealnya tidak bersifat reaktif melainkan mampu berfungsi sebagai instrumen intelijen pasar (market intelligence) yang mengantisipasi potensi hambatan sejak tahap perumusan kebijakan.

BacaJuga:

Optimalkan IC-CEPA, Indonesia dan Cili Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi

Perkuat Perdagangan dan Pariwisata, Universitas Sahid-Kemendag Dorong Komunikasi Strategis

PERISAI 2026 Jadi Panggung Inovasi Sawit, BPDP Dorong Riset Tembus Pasar

Tungkot Sipayung menjelaskan, keberhasilan diplomasi sawit tidak semata diukur dari kemampuan menyelesaikan sengketa perdagangan tetapi juga dari efektivitas dalam mencegah kemunculan kebijakan yang dapat merugikan kepentingan industri sawit nasional.

“Seharusnya diplomasi sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya kebijakan negara lain yang merugikan industri sawit nasional. Karena itu, diplomasi sawit seharusnya bekerja sebagai market intelligence,” katanya di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Tungkot mengakui, upaya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil positif terutama melalui diversifikasi pasar ekspor sawit. Strategi tersebut berhasil mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar tradisional, khususnya kawasan Uni Eropa.

Saat ini, ekspor minyak sawit asal Indonesia telah tersebar ke berbagai kawasan di dunia, termasuk India, China, Pakistan, Bangladesh, negara-negara di Afrika, Uni Eropa, hingga Amerika Utara.

“Pangsa Uni Eropa sebagai tujuan ekspor kita tinggal 8-10 persen. Jadi dengan diversifikasi negara tujuan ekspor tersebut, kita tidak lagi tergantung pada pasar Uni Eropa,” tegasnya.

Di sisi lain pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat diplomasi sawit di tingkat internasional melalui berbagai program yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Berbagai inisiatif tersebut dilakukan melalui penguatan hubungan dengan negara-negara importir utama, partisipasi dalam misi dagang untuk memperluas pasar ekspor, litigasi dan advokasi terhadap kebijakan yang diskriminasi terhadap produk sawit, kampanye positif melalui media internasional, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai forum dan konferensi sawit berskala global.

Sementara itu, Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University, Puspo Edi Giriwono, menilai diplomasi sawit masih menjadi kebutuhan strategis bagi industri sawit nasional karena berbagai bentuk hambatan perdagangan masih terus bermunculan di sejumlah negara.

Ia mencontohkan penerapan standar keberlanjutan di beberapa negara yang sering kali bersifat diskriminatif terhadap komoditas kelapa sawit apabila dibandingkan dengan minyak nabati lain.

“Contohnya kenapa kok hanya minyak sawit yang harus sustainable, harus tidak boleh ada deforestasi, baru boleh masuk pasar Eropa? Padahal kalau misalnya dipikir minyak kedelai itu produsernya Brasil dan mereka masih melakukan deforestasi. Tapi, itu enggak diberlakukan (aturan tersebut),” tuturnya.
Meski demikian, Puspo Edi menegaskan bahwa penguatan diplomasi internasional harus berjalan seiring dengan pembenahan tata kelola industri sawit di dalam negeri. Menurutnya, peningkatan daya saing akan lebih kuat apabila didukung praktik produksi yang memenuhi prinsip keberlanjutan mulai dari aspek lingkungan hingga sosial.

Ia menilai perbaikan tata kelola, proses produksi, dan kualitas produk menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk sawit Indonesia.

“Kita benahi proses dan produksi di dalam negeri kita supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas, meningkatkan daya saing, dan seterusnya,” pungkasnya.(rmn)

Tags: BPDPkomoditas nasionalPerdagangan Globalsawit

Berita Terkait.

cepa
Ekonomi

Optimalkan IC-CEPA, Indonesia dan Cili Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:20
kemendag
Ekonomi

Perkuat Perdagangan dan Pariwisata, Universitas Sahid-Kemendag Dorong Komunikasi Strategis

Senin, 20 Juli 2026 - 23:23
bpdp
Ekonomi

PERISAI 2026 Jadi Panggung Inovasi Sawit, BPDP Dorong Riset Tembus Pasar

Senin, 20 Juli 2026 - 21:11
kcp
Ekonomi

Bank Jakarta Ubah Wajah Layanan, KCP Kebayoran Park Jadi Prototipe Cabang Masa Depan

Senin, 20 Juli 2026 - 20:36
Purbaya
Ekonomi

RUU PFII Melaju ke Paripurna DPR, Purbaya: Fondasi Baru Indonesia Menuju Pusat Keuangan Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27
Riza-Damanik
Ekonomi

WIBAWA Grow Day 2026 Perkuat Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 15:42

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12555 shares
    Share 5022 Tweet 3139
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3169 shares
    Share 1268 Tweet 792
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.