INDOPOSCO.ID – Perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia tampaknya resmi mencapai garis akhir. Penyerang sekaligus kapten Portugal itu harus menerima kenyataan pahit setelah timnya tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus mengubur harapan terakhir untuk mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola.
Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Satu-satunya gol yang dicetak Mikel Merino sudah cukup membawa La Furia Roja melangkah ke perempat final, sementara langkah Selecao das Quinas terhenti.
Kekalahan tersebut terasa semakin emosional karena sebelumnya Ronaldo telah memberi isyarat bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di ajang empat tahunan itu. Memasuki usia 41 tahun, peluang tampil kembali pada Piala Dunia 2030 dinilai sangat kecil.
Berakhirnya perjalanan Portugal sekaligus menutup sebuah kisah yang nyaris sempurna. Sepanjang karier profesionalnya, Ronaldo telah memenangkan hampir semua gelar bergengsi, baik di level klub maupun tim nasional. Namun, trofi Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum berhasil ia genggam.
Di level klub, Ronaldo menikmati kesuksesan bersama sejumlah raksasa Eropa hingga Asia. Bersama Sporting Lisbon, ia meraih Supertaça Cândido de Oliveira pada 2002 sebelum bersinar di Manchester United dengan koleksi tiga gelar Premier League, satu Liga Champions, satu Piala Dunia Antarklub, satu Piala FA, dan dua Piala Liga.
Puncak kejayaan Ronaldo datang saat membela Real Madrid. Selama sembilan musim di Santiago Bernabeu, ia mempersembahkan dua gelar La Liga, empat trofi Liga Champions, dua Copa del Rey, dua UEFA Super Cup, tiga Piala Dunia Antarklub, serta dua Supercopa de España. Masa itu juga mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Petualangan berikutnya bersama Juventus turut menghasilkan dua gelar Serie A, satu Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana. Sementara di Arab Saudi, Ronaldo akhirnya membawa Al Nassr meraih gelar Saudi Pro League musim 2025/2026 setelah sebelumnya menjuarai Arab Club Champions Cup pada 2023.
Bersama Timnas Portugal, Ronaldo juga berhasil mengakhiri penantian panjang negaranya akan gelar internasional. Ia memimpin Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, kemudian menambah dua trofi UEFA Nations League pada musim 2018/2019 dan 2024/2025.
Prestasi individunya pun tak kalah luar biasa. Lima Ballon d’Or menjadi bukti dominasi CR7 selama bertahun-tahun di level tertinggi sepak bola dunia. Selain itu, ia masih memegang status sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Portugal, yakni 233 pertandingan, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional dengan koleksi 146 gol.
Meski gagal mewujudkan mimpi membawa pulang trofi Piala Dunia, warisan Cristiano Ronaldo dipastikan tetap abadi. Deretan gelar, rekor, dan konsistensi yang ia tunjukkan selama lebih dari dua dekade menjadikannya salah satu ikon terbesar yang pernah dimiliki dunia sepak bola. Piala Dunia mungkin tak pernah menjadi miliknya, tetapi status sebagai legenda sudah lama melekat pada nama Cristiano Ronaldo.(her)

















